nhk

1.000 Bikers Motor Klasik Kumpul Bareng Di Festival Kesenian Bikers Jogja

 

 

ManiakMotor – Ada 1.000  bikerrs Honda muncul di Festival Kesenian Bikers  3 (FKB3) di Lereng Candi Ijo Prambanan, Sleman, Jogja. Umumnya mereka membawa motor klasik Honda dan bikersnya juga klasik hehehe. Acaranya berlangsung  11-12 Oktober 2014 yang kental  nuansa seni & budaya yang ditambah menyatu dengan alam.

 FKB3 digagas oleh komunitas Jogja Honda Classic (JHC) yang didukung  PT Astra Honda Motor (AHM), danHonda region Yogyakarta (Astra Motor Jogja) dalam rangka ulang tahun JHC ke-14. Dihadiri oleh perwakilan puluhan komunitas bikers Honda klasik dari seluruh penjuru pulau Jawa, anggota Paguyuban Motor Honda Yogyakarta (PMHY), dan anggota Jogja Automotive Community (JAC), serta masyarakat umum.

Konsep acara adalah kemah bikers  di alam terbuka yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Hari pertama diisi musik akustik, pameran fotografi, pameran motor klasik, orkestra tradisional “Tombo Ati” yang melibatkan puluhan pemain & instrumen musik, sandirawa Jawa “Purik”, hingga monumen obong dan drama kolaborasi yang melibatkan komunitas bikers dan seni lainnya berbasis di Yogyakarta.

“Melalui FKB3 ini ingin menjadikan ulang tahun JHC sebagai momentum pengingat bagi bikers untuk tetap peduli dengan alam. Juga a melestarikan seni dan budaya lokal,” ungkap Eko Prastio, koordinator acara dan  sesepuh komunitas JHC.

Selalu ada peduli sosial dari komunitas, salah satunya pengumpulan buku bacaan sebagai tiket masuk peserta FKB3. Buku yang terkumpul dikelola bersama dengan komunitas Kampuz Jalanan. Selama ini mereka terkonsentrasi pada sektor pendidikan informal pada masyarakat yang kurang beruntung. Juga sering berkolaborasi dengan komunitas JHC.

Selanjutnya dan seterusnya kegiatan Grebeg Gunungan dan seremonial “Sugeng Kondur” (selamat jalan). Sebelum Grebeg Gunungan dilaksanakan, kegiatan dibuka dengan drama teatrikal “Punokawan” yang menceritakan rangkuman perjalanan komunitas JHC selama 14 tahun terakhir. Setelah itu Grebeg Gunungan dilaksanakan dengan prosesi arak-arakan yang melibatkan seluruh anggotac. Prosesi ini merupakan simbol syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan limpahan rahmat-Nya sehingga JHC tetap eksis.MM

BACA JUGA

Zeneos Kustomfest 2014 Jogja: Dibanjiri Builder Asing, Desain Lebih Berani

Jogja Cornering Seri 2; Fun Race Benaran, Dari CB Sampai R25, Doni Tata Sampai Hendriansyah

 

BAGIKAN