Akhirnya Jujur, Stefan Bradl Mengaku Benci Pada Marc Marquez!

    Maniakmotor – Stefan Bradl sudah lama menjadi pengganti Marc Marquez, tepatnya sejak doski celaka di tahun 2020 seri Aragon yang mematahkan tulang humerusnya.

    Kendati lama menjadi pengganti, Bradl tak pernah benar-benar menjadi pengganti yang sejati. Kecepatan yang diberikan, ya seadanya saja, bahkan doski terlihat kesulitan untuk masuk ke dalam posisi 15 besar.

    Sementara Marc Marquez, seolah tak pernah ada masalah besar ketika membawa Honda RC213V. Bahkan usai tak mengendarai motor itu lebih dari 100 hari, Marc Marquez tetap bisa mendapatkan catatan waktu yang kompetitif.

    Seperti pada uji coba Misano lalu, Marc Marquez nyaris masuk kedalam 10 besar. Sementara Bradl lagi-lagiberada di luar 20 besar yang kurang membuat bangga.

    Jauh dari kata bangga, hal ini bahkan diakui Bradl membuatnya iri dan membenci Marc Marquez.

    Marc Marquez lebih cepat dari saya dan saya membencinya. Itu menghancurkanku,” kata Marc Marquez.

    “Menyadari hal ini adalah momen paling emosional dalam hidup saya,” ujar juara dunia Moto2 yang memenangkan gelar melawan Marc Marquez di tahun 2011 itu.

    Kendati demikian, tentu saja Bradl ada intropeksi diri. Justru pernyataan dan kebenciannya ini semua datang dari intropeksi mendalam tentang kecepatannya di atas Honda RC213V.

    Mengganti Marc tidak pernah mudah. Dia adalah juara yang hebat, dia telah memenangkan banyak hal di sini. Di satu sisi saya merasa sangat diistimewakan, di sisi lain juga menjadi beban di pundak saya,” tuturnya.

    “Sejujurnya saya sudah iri kepada Marc Marquez sejak ia tiba di kelas MotoGP. Kami pada dasarnya jarang berbicara satu sama lain, karena kami adalah rival berat dan saya mengalahkannya di masa lalu. Saya selalu iri melihatnya bisa melaju dengan sangat kencang membawa motor-motor ini,” katana lagi, curhat kepada speedweek.

    Kendati demikian, Bradl yang melihat perjuangan demi perjuangan dari Marc Marquez akhirnya luluh.

    Menurutnya, Marc adalah salah satu juara balap motor terhebat yang pernah ia temui dan pastinya menjadi kehormatan buat Bradl bekerja bersama orang sepertinya.

    kita semua bekerja untuk masa depan dan kita melakukan yang terbaik,” tegas Bradl.

    Raider

    BACA JUGA

    Dani Pedrosa Keluhkan Sistem Tes Usai Tak ada Konsesi! Harus Wild Card di Valencia?

    Wahyu Nugroho Juara 2 di Race 1 R3 bLU cRU Magny Course 2022!