nhk

Alloy Seri 7, Teknologi Pengelasan, Dan Hardening Pelek (Velg) TK Racing, Kuat Dan Ringan

Pelek (Velg) TK Racing

ManiakMotor – Whatssaaaapppp Brader, sehat kaki-kaki motornya? Apakah sesehat Pelek TK Racing yang ente sering liat di jalanan, di drag bike, grasstrack, dan juga adventure? Nah itu pelek bertahun-tahun loh digunakan. Nggak hanya sebentar yang terutama di balap.

Diasupi teknologi Jepang
Diasupi teknologi Jepang

Itu bisa mengukur kekuatan pelek TK Racing. Di drag misalnya yang diukur adalah ringannya. Yang di grasstrack adalah daya tahannya yang hantem lobang dan gundukan sudah biasa, “Yang ada jari-jarinya yang kalah atau teromolnya yang pecah,” aku Imam Syafei, mekanik grasstrack yang biasa pakai TK Racing.

Masih banyak lagi testimoni dan bahkan di beberapa forum-forum banyak yang kasih info soal kekuatan dan keawetan TK Racing. Bagi yang belum tau bolehlah diulas kenapa begitu? Bahan baku pelek TK Racing adalah alloy seri 7, beuuuuhhhhh. Benar tuh. “Ya benar, namun alloy seri 7 yang serinya paling tinggi. Ini bahan yang kuat dan ringan,” kata Rudy Setio dari Polaris yang jadi distributor TK Racing.

Sambungan pakai las canggihAlloy seri 7 ini berupa alumunium yang dicampur dengan berbagai metal pendukung yang dilebur menjadi bentuk billet. Billet akan dicetak sistem tarik yang dikenal dengan istilah extrude yang hasilnya adalah lempengan memanjang. Tinggal dibentuk bulat dan dipotong sesuai ukuran pelek yang sambunggannya menggunakan pengelasan dingin teknologi tinggi.

Untuk kuat dan ada kelenturannya kuncinya pada proses pemasakan atau sering disebut hardening. Dengan teknik ini bahan boleh disebut alot. Kalau kena lubang posisi lingkaran pelek akan kembali pada semula. Makanya pelek TK Racing digemari, karena mengadopsi  teknologi  jepang.

Banyak pelek aftermarket yang ada di luar sana, ngaku pakai alloy seri 7, tapi kena lubang peleknya jadi angka 8. Bisa saja benar pakai seri 7. Tapi pengelasannya tidak sesuai standar. Atau memangkas waktu proses hardening. Sistem las dan pemenasan akhir ini sengaja dilakukan ‘asal-asalan’ demi mengirit biaya produksi.

Satu lagi, ada yang bilang  yang nggak ada sambungan.  Ini dia brader, itu pemehaman keliru. Tidak mungkin velg almu tidak ada sambungan. Ada juga yang mengakali sambungan dengan lewat  polishing dan anodizing untuk menyamarkan sambungan tersebut. Tetapi tidak mungkin akan hilang 100%. Tapi. Itu tadi penentu sambungan ada teknologi pengelasan seperti TK Racing. Jangan lupa ya, pelek TK Racing sudah berstempel SNI. Andri