nhk

Arissandro Dari Sorolangun Berambisi Jadi MC MotoGP

 

ManiakMotor – Balapan, entah itu road race, motocross, grasstrack maupun dragbike – tanpa ada master of ceremony (MC) bagaikan sayur tanpa garam, hambar rasanya. Sekalipun lombanya seru, penonton tak akan tahu siapa pembalap yang sedang bertarung ketat, jika tidak disebutkan tukang cuap-cuap alias emsi.Balapan Jadi asyik dan menarik dan penonton terbawa tegang jika bumbu penyedap dari MC sangat pas.

Menariknya, di banyak event balap motor sudah punya identitas dengan MC-nya. Seperti balapan semerek (OMR) Yamaha dan kejurnas menampilkan Didik Jagger, sang legend berparas londo yang 

kini sudah tua. Nah, penerusnya Arrisandro asal Sorolangun, Jambi yang sudah menyebrang dari Sumatera sampai ke Sidrap, Sulsel.  Jadi, urusan balap di daratan Sumatera tidak lepas dari Aris – sapaan akrabnya.

Aris identik dengan OMR Yamaha, Orin Sugawa yang lebih senior berada di jalur Yamaha Cup Race dan Indoprix. Ada lagi, Ricky Sitompul – putra dari maestro MC balap Indonesia Oloan Sitompul – di OMR Honda, IRS dan balap (mobil maupun motor) di Sentul. Aris sendiri mulai masuk jalur bacot-membacot ini sejak 2005 yang tanpa pasang tarif demi meningkatkan kualitas dan jam terbang.

Selain pegang event di Sumatera, di antaranya tenar dengan Motoprix region 1 (Sumetera), Aris pun sudh mematenkan diri di balapan FDR Sidrap Night Race. Bahkan promotor Lightning Production yang punya bakal mengggelar  motorcross internasional dan powercross sudah mengontraknya. Ternyata, Aris tak Cuma beprofesi tukang cuap saja, pemilik warung  makan H. Sopiah di Sorolangun, itu  punya pengalaman jadi promotor balap di lokal Jambi.

Kendati sudah tenar, Aris punya ketakutan saat harus menjalankan tugas MC, terutama dari pulau ke pulau. Ia bukan takut bersaing, tapi takut naik pesawat. “Gue paling dag-dig-dug dengnan perjaalanan panjang di atas udara. Lebih senang lewat darat aja,” sebutnya. Kini, ia punya ambisi yang belum kesampaian, yakni bisa bersanding dengan MC MotoGP Nick Haris ketika di Indonesia.

“Cita-ciata saya ingin sekali dipercaya di arena internasional. Makanya, saya sudah membekali diri dengan suara, penampilan, khasanah bahasa. Beberapa style dia (Nick) coba saya ikuti dan kawinkan dengan gaya saya,” tutupnya. MM 

BACA JUGA 

Pengendara Motor Jangan Sampai Kekurangan Oksigen 

Jika Semangat Seperti Korwil IMI Supiori, Indonesia Bisa Berbicara di MotoGP 

ARRC 2016 Sentul (Seri 4): Sentul Milik Kita, Ayoo… Kita Juara, Indonesia!

BAGIKAN