nhk

ARRC 2013 Jelang Seri 1 Sentul: Motor Sudah Sampai, Jepang Kuat Di Bebek


ManiakMotor – Asia Road Racing Championship (ARRC) 2013 akan memasuki seri 2. Kali ini singgah di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Eventnya berlangsung 18-19 Mei 201. Sejak Sabtu-Minggu, 11-12 Mei lalu kontainer-kontainer pengangkut motor dan perabotan tim seluruh peserta sudah sampai di SIC, seluruhnya ada 12 kontainer yang akan terus jalan-jalan kemana pun seri ARRC ini bergulir.

ARRC ini melombakan kelas-kelas yang bergengsi dan ngetop di Asia, mulai bebek sampai Supersport. “Motor balap tim saya sudah ada di dalam situ,” tunjuk Ibnu Sambodo di sela obrolan di paddock Kawasaki Manual Tech pada IRS seri dua lalu.

Menurut Ibnu, ikut ARRC membuat timnya belajar lebih ringkas dalam membawa keperluan tim, “Mulai dari barang yang dibawa sampai pengemasannya harus bisa seringkas mungkin untuk menghemat tempat. Tim jadi terbiasa aat mengikuti event di dalam negeri,” tukas Ibnu yang akrab disapa Pakde ini.

Di kelas underbone, pembalap Indonesia masih menunjukan sebagai lawan yang berat. Sebagaimana underbone alias bebek yang masih menjadi pioneer negara lain di Asia Tenggara,  bahkan beberapa peserta ARRC yang berasal dari Malaysia dan Jepang. Bahkan di seri pertama di Sepang bulan lalu, pembalap Jepang bermain di bebek mengalahkan pembalap Malaysia dan Indonesia. Wah, mulai menjajah tuh. “Tapi tenang sekarang bermain di Sentul,” jelas Hadi Wijaya, pentolan pembalap Indonesia yang dua kali juara ARRC.

Sementara di SuperSport 600 rasanya belum sekuat di kelas itik, tetapi dengan dominasi M Fadli di IRS yang bisa berlari 1 menit 31 detik, bisa saja menjadi modalnya. Catatan ARRC di Sentul di kelas ini seperti itu kecepatannya. Sebagai tuan rumah saya akan berusaha menjadi lawan yang berat. Seharusnya dengan catatan konsisten 1 menit 31 detik, peluang sangat terbuka,” jelas Fadli yang menunggang Kawasaki Ninja 600 milik BEET Kawasaki Racing.

DI ARRC juga ada Asia Dream Cup yang diikuti dua pembalap Indonesia utusan Astra Honda Motor. Yakni Dwi Satria dan Gerry Salim. ADC melombakan one make race Honda CBR250. Spesifikasi CBR250 ini berbeda dengan CBR250 yang merajai kejurnas 250 cc. Versi ADC lebih terbatas korek mengoreknya. Juga rata antar sesama motornya. Gery dan Satria seri pertama rada berantakan poinnya. Nah balas dong di negeri sendiri. Adit

BERITA TERKAIT:

ARRC 2013; QTT Honda Malaysia, Hadi Wijaya Ke-2, Harlan Masih Yakin



 

BAGIKAN