nhk

ARRC 2013 Sentul Race-1 Underbone 115; Harlan Hanya Kedua, Sejarah Malaysia Juara Di Sentul

 

 

ManiakMotor – Coba lacak dulu di data ARRC, pembalap bebek Malaysia juara di Sentul, baru 2013 ini dan itu adalah pukulan. Apalagi bebek atau underbone 4-tak, Indonesia tak ada matinya. Negeri ini yang memulai semua teknologi underbone four stroke di Asia Tenggara. Negera tetangga pun lebih banyak meminjam teknologinya dari sini di road race bebek.

Tetapi seri 2 Petronas Asia Road Racing Championship di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jawa Barat, tentu saja dalam race pertama underbone 115 cc, Indonesia menyerah. Bahkan nyaris saja semua podium diisi Malaysia.  Itu namanya ‘pecah telur’ from negara jiran. Betapa tidak, sejak 2004 ARRC menggelar 4-tak, baru kali ini mereka bisa ke-1 di Sentul, sirkuit yang membesarkan para pembalap bebek Indonesia.

“Saya salut pada Honda Malaysia. Mereka bisa mengejar ketertinggalan teknologi 4-tak. Jangan dipandang sebelah mata,” sportif Ibnu Sambodo, pawang Kawasaki Manual Tech IRC KYT yang di kelas ini hanya menurunkan Gupita Kresna, karena Yudhistira difokuskan ke supersports ARRC. Di Race-1 ini, Gupita hanya ke-4.

Untung saja ada Harlan Fadhillah yang membela Pertamina Enduro Nissin Cargloss yang menutup podium 2. Jika tidak, disapuh bersih tuh podium. Kan 1 dan 3 diisi Malaysia.  “Para pembalap Malaysia saat ini, bisa menyerap cara-cara bermain bebek 4-tak yang hanya full di lap terakhir dan tikungan akhir. Saya juga hampir kalah, kalau tidak siap menghadapi lap terakhir ini. Rencana saya yang matang pun, bisa dipatahkan mereka di tikungan terakhir, karena mesin turun kecepatannya jelang finish,” tutur Harlan yang harus puas berada di podium kedua dan mensyukurinya.

Permainan luar biasa dari Malaysia ini dipertunjukkan Norizaman Ismail yang membela Harian Metro Y-TEQ SCK Honda Racing. Ia mulai fasih padakunci-kunci SIC. Ia ngerti bahwa di sirkuit ini sudah harus siap-siap pada 4 tikungan di lap terakhir dan sekuatnya di tikungan akhir. “Saya berusaha amankan posisi di barisan depan, untuk menunggu kesempatan di lap terakhir. Saya benar-benar siap,” kata Ismail.

Malang bagi Hadi Wijaya yang mentor taktik pada lap terakhir dan tikungan terakhir bermain habis-habisan. Ia harus terima penalti 30 detik karena menurut juri lomba dirinya menyenggol ban  depan Md Amirul Ariff Musa dari tim Givi Honda Yuzy Pachie Racing. Amirul ini pembalap yang pegang rekor SIC dengan 1 menit 55 detik. Jika ia tidak terjatuh, entah apa yang terjadi di podium. Nah tunggu saja, race-2 yang disiarkan langsung TV-one. Adit

BERITA TERKAIT

Hasil ARRC Sentul Semua Sei, 17 – 19 Mei 2013

ARRC 2013 Sentul Race I ADC; Motor Spesifikasi Sama, Kuncinya Sabar

ARRC Sentul 2013: Dua Pembalap Indonesia Di ADC, Persingkat Waktu

ARRC 2013 Seri II Sentul QTT: Fadli Konstan 1 Menit 30 Detik, Suspensi Kuncinya

ARRC Sentul 2013 QTT; Harlan Memang Piawai Wet Race

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353