nhk

ARRC 2014 Jelang Sepang: Target Tiga Besar 600 cc, Bebek Kurang Indonesia

 

 

ManiakMotor – Azlan Shah Kamaruzaman jagoan ARRC di supersports 600 sudah ada di Moto2. Paling tidak itu peluang Yudhistira untuk masuk tiga besar tahun ini di Asia Road Racing Championship (ARRC) dimoge menegah tersebut. Kan lawan tangguh berkurang satu.

ARRC akan dimulai 18 – 20 April 2014 di sirkuit Sepang, Malaysia. Yudhistira dan kawan-kawan sudah berada di lokasi, ya maksudnya di Sepang. “Seharusnya dan memang target adalah tiga besar,” jelas Ibnu Sambodo, pawang Kawasaki BEET Manual Tech yang membawa Yudhis ke ARRC.

Yudhis memang sedang menuju matang-matangnya memainkan Kawasaki Ninja 600. Tahun ini doski sudah tahun ke-3 memainkan 600 cc. Tahun lalu full ARRC dan IRS, tahun sebelumnya IRS doang. Yudhis juga harapan satu-satunya joki Indonesia di kelas moge setelah tim-tim lain dari Indonesia pada rontok bermain di sana.     

Yudhis mengaku tinggal mempertajam setting suspensi agar motor enak dikendalikan. Katanya sih bagian ini sudah banyak digalinya dari Katsuaki Fijiwara, joki Jepang yang satu tim dengannya. “Di supersport jika dapat set-up suspensi, motor mau nurut. Tapi untuk mencarinya tidak semudah kelihatan, butuh jam terbang,” jelas Yudhis.

Bukan hanya Yudhis yang punya target. Teman setimnya Ivos A Rianda juga akan didongkrak. Tapi ia masih disebut pembibitan karena ini tahun pertama Ivos ikut ARRC. Sebelumnya dia hanya dikenal lewat juara PON di Riau. Tahun lalu ikut full series IRS lewat tim Greentech Riau. Posisinya di Kawasaki BEET juga hanya di ARRC. DI IRS doski kembali memperkuat Kawasaki Greentech.

Di kelas Asia Dream Cup (ADC) sudah terdaftar Andi Farid Izdihar dan Aditya Pangestu Hanafi. Keduanya menggantikan Dwi Satria dan Gerry Laurens. ADC mempertandinkan OMR Honda CBR250. “Dua pembalap sekarang, mereka yang terseleksi dari OMR Honda CB150R StreetFire. Mereka sudah teruji dan diuji lagi di kelas dan level lebih tinggi,” terang Anggo Iriawan, manajer motorsport Astra Honda Motor.  

Yang memprihatinkan adalah underbone yang sebenarnya jadi langganan Indonesia ikut dan juara. Tahun ini hanya ada Hadi Wijaya dan satu nama yang belum ngetop. Padahal, tahun ini ARRC mengubah regulasi kapasitas jadi 130 cc. Hasilnya, malah pembalap Jepang yang banyak mendaftar, bukan Indonesia yang mengaku raja bebek. Ito

BACA JUGA

ARRC 2014 Mulai Dari Sepang 18 – 20 April 2014, Diikuti 53 Pembalap Reguler

   

  

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353