nhk

ARRC 2014 Suzuka, Jepang (Jelang): Fadli Gantikan Denny Triyugo, Kawasaki Di Klasemen Bebek

 

 

ManiakMotor – M. Fadli kembali satu tim dengan Benny Djatiutomo di supersports 600. Beny atasannya yang mengatur kinerja motor dan tim, Fadli pembalapnya. Pertama kali balap di kelas moge itu, ya Fadli ditarik Benny ke Yamaha Star Motor lima tahun lalu. Habis itu Fadli minggat ke Kawasaki Manual Tech.

Kini keduanya satu tim lagi di Astra Motor Racing Team (AMRT), khususnya bermain di Asia Road Racing Championship (ARRC) seri 4 di Suzuka, Jepang, 5 – 7 September ini. “Saya ditunjuk AMRT untuk mengganti almarhum Denny Triyugo. Sementara ini sih baru di ARRC,” jelas Fadli saat bertamu di seri IRS lalu yang saat ini di IndoPtix memperkuat AHRS.

Fadli yang telah berumur 30 tahun itu bercerita soal skillnya yang memang tidak seperti empat tahun lalu. Namun ia punya kemampuan dibanding pembalap lain, yakni semangat dan disiplin berolahraga. “Di bebek butuh waktu mengembalikan seperti masih balap bebak enam tahun lalu. Kalau supersports untuk kelas ARRC dan Indonesia, saya masih sanggup,” yakin Fadli yang nantinya berpasangan dengan Dimas Eki Pratama.

Nah itu Fadli. Di kelas 600 ini dari seri tiga lalu Yudhistira dari Kawasaki Rextor Manual Tech berada di posisi ke-5 klasemen. Yudhis disusul Dimas yang ke-6. Khusus Yudhis, poinnya anjlok pada seri 3 di Autopolis, Jepang, lantaran dari penyisihan sampai race hujan terus. “Saya bingung untuk menentukan set-up saat itu. Ya pasrah saja,” kata Yudhis yang di Supersports 600 IRS Sentul sedang memimpin poin. Yudhis di ARRC satu tim dengan Ifos Rianda yang di di IRS memperkuat Kawasaki Greentech Riau.

Beda lagi di  bebek atau underbone. Tahun ini aturan bebek ARRC jadi 130 cc membuat Kawasaki Edge garapan Ibnu Sambodo melejit. Faktanya sampai seri 3 lalu, Gupita Kresna yang memperkuat Kawasaki Manual Tech Rextor sedang memimpin klasemen. Ia unggul 17 poin dari pembalap Yamaha Malaysia Ahmad Fazli Sham. Gupita telah mengumpul pundi 98 dan Sham 81 poin.

Bagi Ibnu spesifikasi 130 cc sekarang di ARRC tak beda-beda jauh dengan konstruksi mesin IP1 atau Bebek 125 cc di IndoPrix. “Yang saya pakai di IRS atau IP sama saja dengan ARRC. Bedanya di ARRC apalagi di Jepang adalah kualitas bahan bakar oktan 95. Itu yang memudahkan bikin mesin ARRC walau terjadi perubahan aturan tahun ini,” jelas Ibnu.

Sementara di Asia Dream Cup (ADC) berat buat joki Indonesia utusan Honda Astra Motor. Andalannya Aditya Pangestu menuju Suzuka ini berada di posisi tiga klasemen dengan poin 78. Sedang yang memimpin klasemen pembalap Malaysia sudah mengumpul 145  point. ADC melombakan ono make race CBR250R. MM

BACA JUGA

ARRC 2014 Jepang Seri-3: Kualifikasi Dari Indonesia Bebek Lagi

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353