nhk

ARRC 2014: Suzuki Kembali Ke ARRC 2015 Dengan OMR FU150

 

ManiakMotor – Kemarin Senin 10 November, Ron Hogg, bos Two Wheels Motor Racing, pelaksana ARRC mengontak awak maniakmotor.com. Ia sembari becanda meminta portal menulis kembalinya Suzuki ke Asia Road Racing Championship alias ARRC tahun depan. Itu pasti. 

Katanya harus disambut agar makin banyak merek di ARRC yang otomatis akan alamiah melahirkan pembalap skill mumpuni. Lagian Suzuki saat berhenti dari ARRC lima tahun lalu prestasinya sangat cemerlang, terutama di underbone yang saat itu motornya ditukangi almarhum Om Cia. Timnya Suzuki Chia Felix dan pembalapnya Firman Farera bersama Owie Nurhuda.  “Mudah-mudahan akan ikut semua kelas yang ada di ARRC. Tapi yang sudah pasti adalah one make race (OMR) Suzuki FU dan Supersports 600,” jelas Hogg.

Eh, bertepatan pada 11 November sudah ada rilis yang dibagikan  2W PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) akan kepastian ikut di ARRC. Bahwa sudah terjadi jumpa pers di Chang International Circuit, Thailand pada 9 November 2014. Tanggal itu bertepatan dengan ronde 5 ARRC 2014. Pengumannya adalah event bernama Suzuki Asian Challenge (SAC) alias OMR FU150 di ARRC.

Menurut Mr. Motoo Murakami, Managing Director PT SIS, event berseri SAC adalah pondasi. Pondasi sama dengan dasar untuk program penjenjangan bakat-bakat Asia. Nantinya SAC akan dikerjakan terstruktur yang hasilnya jadi  akses bagi Suzuki mencari bakat rider Asia. “Semua sudah tahu kembalinya Suzuki ke MotoGP 2015, tanda seriusnya Suzuki di dunia. Untuk kolaborasi dengan ARRC, adalah perpanjangan ke Asia,” tutur Mr. Murakami sembari bilang tak ada yang mustahil pembalap Asia bisa ke MotoGP. Ya tepatanya dari Indonesia, pak.

Tidak main-main, SAC akan dikelola Yukio Kagayama. Dia punya orang pernah malang-melintang di MotoGP. Juga mantan pemain legenda di World Superbike, World Endurance dan Japanese Championship. Ia pun pernah mengelola tim. Makanya, dia langsung pegang tim SuperSports 600cc yang namanya Team Suzuki Asia Kagayama yang akan tampil full series di ARRC.

Tim Kagayama ini sebagai penampungan dari talenta di SAC. “Jawara tidak tercipta dalam satu malam. Ada perjalanan jangka panjang untuk meniti karir sampai ke dunia. Ya dimulai dari event-event di bawahnya, salah satunya SAC yang akan dibikin di ARRC,” yakin Kagayama.

Setuju… menciptakan skill pembalap tidak seperti membalik telapak tangan. Caba balik telapak tangan sampeyan, gampang kan. Nah nggak begitu melahirkan dewa di jok motor. MM

BACA JUGA

Hasil ARRC Seri-5 Buriram, Thailand 7 – 9 November 2014

ARRC 2014 Thailand: Indonesia Dapat Sport 250, Bebek Pelihara Klasemen

 

BAGIKAN