nhk

ARRC 2015; Ayo Galang Hendra Pratama, Kamu Andalan YFRI, Nasehatnya Atur Ritme

ManiakMotor- Judul itu benar adanya. Seperti dibilang Hendriansyah, pembalap senior Indonesia. Katanya, pembalap muda-muda sekarang kudu professional mengatur ritme bertanding. “Jujur saja, kalau umur saya 35 tahun masih juara nasional, harus dipertanyakan pembinaan saat ini. Pembalap muda-muda sekarang masih lemah dalam memanajemen point,” kira Hendriansyah.

Hendriansyah memang di umurnya 35 tahun juara nasional Kejurnas Balap Motor Indonesia (KBM) di Underbone 125 dan Sport 250. Lebih sadis lagi Irwan Ardiansyah yang kakaknya Hendriansyah suda nyata as lebih tua dari Hendry juara KBM Bebek 110 cc. Irwan juga juara di Yamaha R-Cup  Sunday Race 250 cc.

Omongan Hendriansyah itu, nasihat pada yang muda-muda termasuk Galang Hendra Pratama (GPH) andalan Yamaha Factory Racing Indonesia (YFRI) di kejurnas dan Asia. GPH masih muda dan berbakat. Perjalanan 2015, GPH yang masih 15 tahun ini, sempat memimpin point KBM. Sayang cidera saat ikut ARRC Qatar dan ngaruh di kejurnas. Itu juga yang dibilang Hendriansyah harus pandai mengatur ritme.

Nah, kebetulan Jumat Sore(11/12) kemarin, momentum buat Galang. Dia sukses menjalani operasi pada pergelangan tangan kirinya. Operasi ini ditangani Bambang Kisworo, spesialis tulang RS. Patih Rapih, Jogjakarta. Menurut Dicky Hestu, ortunya Galang – keputusan operasi berdasarkan hasil rontgen ada satu sisi tulang bagian bawah yang patah. Usut punya usut, ini akibat jatuh saat ARRC di Qatar (3/1) dan Final KBM Balipat, Binuang, Kalsel (22/11) lalu. Jadinya, ARRC (seri 6) di Thailand (6/12) kemarin, Hendra berjuang dengan menahan sakit.

Artinya juga dalam tahun ini saat genting, GPH dua kali jatuh di saat tenaganya dibutuhkan. ”Kondisi ini mengganggu kosentrasinya. Dia bilang begitu terasa tidak maksimal saat melahap tikungan ke kiri karena posisi tangan harus menahan setang,” bilang Dicky yang juga hadir di ARRC 2015 Thailand. Pastinya, sebagai pembalap professional, Hendra siap bertempur dalam segala kondisi. Macam tag line Yamaha,#Lampaui Dirimu! Menurut Dokter Bambang Kisworo yang menangani, proses penyembuhan sekitar 1 bulan. Jadi akhir Januari sudah bisa balap lagi.

Kondisi terkini GHP memang menjadi perhatian, selain punya fans dari kalangan muda. Juga terkait prospek GHP di musim depan. Utamanya kembali mengisi squad YFRI di ARRC 2016. Meski belum menyebut secara resmi, tapi GHP kandidat terkuat. Target juara AP 250 tahun depan, jadi pertimbangan untuk menentukan formasi tim. Apalagi, secara performa YRF 25 yang dikembangkan teknisi YFRI mulai berimbang dengan kompetitor.

So, dengar saja nasehat Hendriansyah. Itu petuah dari senior! Ardel

BACA JUGA

ARRC 2015 Thailand: Progress AP250 Pada R25, Beda Varian, Galang Punya Potensi

Drag Bike Jelang 2016: Hendriansyah Ke Trek Lurus, Sudah Dyno Test Jupie 130

ARRC 2015 Thailand (Seri 6); It’s Not ‘Lady Boy’, Parade Umbrella Girls, Bohay Depan Belakang…!

Kejurnas Balap Motor (KBM) 2015: Galang Pecah Rekor Sentul Kecil Bersama IRC Fasti 1, Mantap!

BAGIKAN