nhk

ARRC 2015 Losail Qatar: AP250 Target Yamaha Indonesia Dua tahun, Teknologi R25 Berkembang

 

ManiakMotor – Dua tahun! Itu target Yamaha Factory Racing Indonesia (YFRI) berkecimpung Asia Road Racing Championship (ARRC)  untuk kelas Asia Production 250 atau AP250. Kurun itu pembalap yang direkrut masih anak muda akan berkembang skillnya. Elmu dan tknologi mengorek Yamaha R25 pun akan ketemu top performanya dengan makin banyak varian komponen sesuai tuntutan pasar.

Tahu sendirilah dibanding lawannya di ARRC, R25 memang masih bau kencur di pasaran. Praktis, R25 terbatas mengawinkan komponennya. “Itu dibanding Ninja 250 dan CBR250 yang sudah banyak turunan suku cadangnya di pasaran. Mereka memiliki keuntungan soal itu. Contoh CBR250 kan bisa pakai mesin CBR300,” jelas Eddy Saputra dari Yamaha Finson yang ikut ARRC dan saat ini sudah berada di Doha, Qatar untuk menghadapi seri 5 ARRC 2015 di sirkuit Losail pada 2 – 4 Oktober 2015.

Demikian juga Kawasaki yang dua silinder. Turunannya sudah banyak berubah sampai yang up to date saat ini Ninja 250Fi dan 300Fi. Mereka bisa kanibal suku cadang yang membuat Ninja 250 dua silinder laju. Sebenarnya, soal kawin-kawinan ini dibatasi oleh regulasi. Tapi namanya mekanik, hehe, apa pun ‘diakali’. “Karena itu, target dua tahu sudah tepat untuk pengembangan motor dan jam terbang pembalapnya,” timpal Supriyanto, manajer motorsport Yamaha Indonesia.

Supriyanto juga bilang tahun pertama adalah belajar dan memang harus belajar sekelas pembalap Galang Hendra Pratama dan Imanuel Pratna. Khususnya Galang baru tahun ini dinaikan dari motoprix yang biasanya naik bebek langsung geber full frame atau sport. Juga langsung berkiparah di ARRC yang sifatnya intenasional bangat. Toh progressnya ada, karena dia yang terbaik di klasemen dari lima pembalap Yamaha Indonesia.

Belajar juga buat mekanik gabungan Jepang dan Indonesia. Walau sudah Jepang langsung, kan kendalanya soal motor lawan yang telah ketemu duluan. Yang kelihatan bisa dilakukan oleh mereka hanya membuat R25 yang sudah stabil makin distabilkan. “Makanya tahun ini hanya bisa belajar dan mengembangkannya. Itu sembari melihat perubahan regulasi ke depan, agar sama-sama adil sesama peserta,” tambah Supriyanto sembari mengabarkan ada perubahan regulasi lagi di seri 5 Losail soal bobot.

Sekadar diketahui untuk mesin dua silinder memang diberi beban dari 20 kg, saat ini sudah dipangkas separuhnya, namun masih dianggap mengurangi distribusi bobot R25. Demikian juga dengan reduksi setiap gigi masih butuh pendalaman dari aturan main saat ini. Ya belajar dulu deh. Ardel/MM

BACA JUGA

Hasil ARRC Losail, Qatar 1 – 3 Oktober 2015

ARRC 2015 Losail Qatar: Kawasaki Indonesia Bisa Kunci Juara Bebek, Supersport Yudhis Kerja Keras

ARRC 2015 Thailand Race-2 SS600: Yudhis Podium Dengan Ninja ZX600R

ARRC 2015 Thailand Race-2 AP250: Masih Thailand Dan Jepang

ARRC 2015 Thailand (Race1 Supersport 600): Yudhistira Hanya Ke-4 

 

BAGIKAN