nhk

ARRC 2015 Sentul AP250: Yamaha YZF-R25 Vs Rider, It’s Progress!


 

ManiakMotor – Cerita progress dari pembalap muda penjejangan, jelas menarik. Macam andalan  Yamaha Factory Indonesia Racing Team (YFIRT)  di Asia Road Racing Championship (ARRC) seri 2 Sentul (6-7/6) lalu. Tentu di kelas AP (Asia Production) 250 cc dengan menghadirkan the young guns Galang Hendra Pratama dan Imanuel Putra Pratna. 

Galang posisi ke-5 dan Imanuel ke-8 dari 33 pembalap (7 negara). Terutama Galang posisinya naik kelas. Ya dari bebek ke sport. Bandingkan dengan tiga pembalap Thailand yang justru turun kelas yang tadinya jagoan supersports 600.

Termasuk pembalap Jepang yang pakai Kawasaki yang turun kelas dari 600 ke 250. Berarti secara skill, mental dan performa, pembalap dan R25 mengalami kemajuan di depan ribuan fans Galang-Imanuel hadir langsung di Sentul International Circuit.

Hasil seri 1 Sepang, Malaysia lalu bisa jadi pembanding, Galang dan Imanuel start dari grid 11 dan 20. Lalu finisih 9-10 (race1) dan 10-11(race2). “Terpenting, ada progress  yang terus berlangsung. Tentunya berbagai peningkatan dilakukan sehubungan keterampilan pembalap. Sekalian mendorong teknisi YZF R25 untuk segera beradaptasi dengan regulasi,” terang M Abidin, General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Faktanya, catatan waktu yang dibuat Galang, talenta muda 16 tahun asal Jogja yakni 1 menit 47.413 detik. Itu artinya, hanya beda tipis dari podium juara bahkan posisi 4 besar yang juga bermain di 1 menit 47 detik saat lomba.

Tak lepas dari progress performa  YZF R25 sendiri. “Sebenarnya mesin YZF R 25 cenderung standar, belum lagi soal pembahan bobot sesuai regulasi. Terpenting cara membuat rider bias satu dengan motor. Ini butuh proses atau tahapan,” timpal  Rusmayadi selaku manajer tim YFIRT.

Berbagai riset atau ujicoba memang dilakukan mekanik YFIRT yang notabene memberdayakan tuner-tuner lokal. Mereka harus mengakali regulasi kelas AP 250. Aturan kelas ini memang didesain cenderung standar pabrik.  “Ada banyak yang diakali. Misalnya penggantian perangkat oil-cooler dan radiator yang dimensinya terlihat besar. Juga knalpot Sakura yang diriset ulang sesuai batasan satuan decibel (db) yang ditetapkan panitia,” terang Wahyu.

Secara teknis oil cooler dan radiator (custom) untuk menjaga temperatur mesin juga overheat. Untuk knalpot jelas terkait dengan mendongkrak power lewat turbulensi gas buang. Saat ini suaranya tidak boleh melebihi batas tingkat kebisingan. So, ditunggu untuk prestasi lebih lanjut di seri 3, awal Juli di Suzuka, Jepang nanti.

Semangat! Ardel

BACA JUGA

Hasil ARRC Sentul, Bogor, Jabar 5 – 7 Juni 2015

ARRC 2015 Sentul UB130: Akhirnya Indonesia Juara Juga Race-2

ARRC 2015 Seri 2 Sentul Race-2 SS 600: Fadli Cidera-Fadli Jawara, Indonesia Jaya

ARRC 2015 Seri 2 Sentul Race 2 AP 250: Galang-Fadly Finish 5-6, Perlu Kerja Keras!

ARRC 2015 Seri 2 Sentul UB130 Race 1: Gupita Kalah Strategi

 

 

 

 

BAGIKAN