nhk

ARRC 2015 Sentul Kualifikasi AP250: R25 Tunggal Jaya Tercepat Indonesia, Thailand Kuat

 

 

ManiakMotor – Ini cerita dari Ade Taruna, manager  Yamaha Tunggal Jaya Racing atau tim satelit dari Yamaha Indonesia di Asia Production (AP) 250. Katanya di seri 2 ARRC di Sentul, ini, timnya harus melakukan lankah-langkah set-up ala mekanik Indonesia. “Tetapi untuk bagian-bagian yang sulit seperti ECU konsultasinya tetap pada mekanik Jepang,” jelas Ade yang mantan pembalap tangguh di zamannya itu.

Ada hasilnya, pembalap Yamaha Tunggal Jaya, Rusman Fadhil bisa bersaing dengan tiga pembalap Thailand dan dua joki Jepang. Terutama pada free practice 3 yang berlangsung Sabtu 6 Juni  2015 pagi. Tim ini mengutak-atik kepala silinder terutama memainkan kompresi. Itu sih sudah keahlian Hawadis sang mekanik tetap tim tersebut yang piawai urusan mekanis.

Siangnya mereka kelihatan kian sibuk untuk memperbaiki pengapian. Tujuannya untuk mengejar posisi di kualifikasi. Hanya saja, “Pengapian ini mapping-nya yang tepat hanya mekanik Jepang yang sangat paham. Tetapi mereka kami dorong untuk lebih berani. Sebab, ini sudah seri kedua dan sifatnya bukan lagi edukasi, tapi bagaimana caranya harus ke depan,” tambah Ade.

Hasilnya memang Rusman satu-satunya penunggang Yamaha R25 dari Indonesia yang bisa berlari 1 menit 46 detik sekian-sekian. Nah sekiannya itu lihat hasil saja. Dari jajaran Yamaha dia hanya kalah dari penuggang Yamaha Jepang yang namanya Ayumu Tanaka. Jadinya, Rusman hanya ke-6.

Sedangkan yang di depan lagi-lagi dari Thailand dengan Honda CBR300 dan malah mempersingkat catatan jadi 1 menit 45 detik sekian-sekian. Aturannya memang untuk satu silinder bisa menggunakan mesin 300 cc. Asal saja, mesin 300 aslinya, karena di Thailand dijual di pasaran sana Honda CBR300. Yang mengherankan Kawasaki Ninja 250 milik Trickstar Racing dari Jepang yang jokinya Takehiro Yamamoto. Padahal aturan motor yang digunakannya sama dengan R25, karena pakai Ninja dua silinder.

Tapi harap diingat, komposisi di AP250 di ARRC ini memang menarik. Untuk Thailand dan Jepang mereka turun kelas. Maksudnya, mereka pembalap senior yang tadinya bermain di 600 cc dan berprestasi, tapi saat ada AP250 mereka turun kelas. Berbeda dengan Indonesia yang naik kelas. Rata-rata para jokinya justru dari bebek dan sebagian malah lususan  MotoPrix diberi jenjang ke motorsport. Begitu bedanya bos.  Ito

BACA JUGA

Hasil ARRC Sentul, Bogor, Jabar 5 – 7 Juni 2015

ARRC 2015 Seri 2 Sentul: Pembalap Suzuki Indonesia Kabur, Masalah Uang Kontrak

ARRC Seri 2 Sentul: Finson Racing Team Erat Dengan YZF-R25 Movistar Yamaha MotoGP   

ARRC 2015 Seri 2 Sentul: Hari Pertama Separuh Kelas Milik Indonesia, Yudhistira Terbaik Dari INA

ARRC 2015 Seri 2 Sentul: Z1 Racing Siap Bercerita di Asia? 24,5 HP

 

 

BAGIKAN