nhk

ARRC 2015 Test Sepang: SP250 Ninja Jepang Tercepat, Ditempel R25 Sigit PD, Regulasi Belum Rata

 

 

ManiakMotor – Ninja 250 dari Trickstar Racing from Jepang dari hari pertama sampai terakhir testing ndak bisa dilewati. Di test pramusim Asia Road Racing Championship (ARRC) yang berakhir 3 Maret di Sepang, Malaysia, di kelas baru 250 cc Ninja yang dikebut Takehiro Yamamoto itu, hanya bisa didekati  Yamaha R25 milik Sigit PD dari Yamaha Factory Racing Indonesia (YFRI).

Takehiro satu-satunya joki yang berlari di bawah 1 menit 17 detik, tercepatnya 1:16.682 yang dicetaknya di hari terakhir dan sesi terakhir testing. Di sesi-sesi lainnya dia juga rutin berlari 1:16. Sedangkan Sigit PD yang mempu mendekati hanya mencetak 1:17.301 dengan R25 yang telah dimapping mekanik sdm Jepang dan Indonesia. Sigit mencetak waktu tersebut di hari kedua atau testing ke-5 dari delapan testing yang berlangsung. Posisi tiga dan empat juga milik R25 dari YFRI,

Namun pada hari Kamis 2 Maret, masih ada protes eh tepatnya pembahasan regulasi. Karena sebagian peserta melakukan pemapasan kepala silinder. Itu sama saja menaikan kompresi. “Pada peraturan awal, hal itu tidak diperbolehkan. Pembahasan ini masih ditunggu dari panitia teknik ARRC. Ya jelas beda kecepatannya dengan silinder standar,” protes Ibnu Sambodo yang membawa Ninja 250-nya yang katanya head tanpa dipapas milik Kawasaki Manual Tech Rextor.

Salah satu yang memapas kepala silinder tersebut Ninja  250 Trickstar. Tapi tunggu saja peraturan susulan di kelas yang akan panas selanjutnya di ARRC ini. Maklum inilah motor produksi massal yang lagi rame di kawasan Asia, termasuk Indonesia yang booming. Motor ini juga jadi wakil teknologi tertinggi yang banyak diserap konsumen umum.  Lagian arah balap motor, khusunya Asean menuju sport 250 cc.

Jadi buat pengatur regulasi di ARRC harus hati-hati menerbitkan aturan. Aturan harus dirasa adil oleh tiga merek yang ikut. Yakni Honda, Yamaha dan Kawasaki yang semuanya memiliki produk yang dijual di Asia dan paling ramai di Indonesia. “Ini hanya salah pengertian bahasa. Kompresi boleh naik, tapi lewat cara apa yang saat ini lagi dibahas. Tapi belakangan yang dilakukan Trickstar juga disetujui peserta lain,” kata Ron Hogg, direktur Two Wheels Motor Racing, penyelenggara ARRC.

Semoga adil. Miolo

BACA JUGA

ARRC 2015 Testing Pramusim: Underbone 130 Tercepat Gupita Dengan Kawak Edge

ARRC 2015 Test Sepang: Di SP250 Class Ketat Antara Ninja Jepang Dan R25 Yamaha Indonesia

ARRC 2015: Pemain Indonesia Ada Di Semua Kelas, Nih Namanya

ARRC 2015 Test Pramusim: Dua Kelas Baru Salah Satunya Sport 250 cc

Final OMR Suzuki FU Sentul 2015: Sudah Terpilih Tiga Pembalap Ke ARRC

 

 

 

 

BAGIKAN