nhk

ARRC 2015 Thailand: Progress AP250 Pada R25, Beda Varian, Galang Punya Potensi

 

 

ManiakMotor – Eddy Saputra, punggawa Yamaha Finson punya cerita untuk kelas terbaru Asia Production (AP) 250 di ARRC 2015. Katanya, Yamaha YZF R25 bukannya lemah, tapi memang motor ini masih baru diproduksi. Variasi suku cadanganya masih terbatas dibading Kawasaki dan Honda yang sudah jauh duluan dijual.

Kawasaki misalnya sudah ada 5 generasi Ninja 250. Yakni Ninja 250 versi karbu vakum, Ninja 250 FI, Ninja 250 Mono dan Ninja 300. Di ARRC mereka menggunakan yang versi dua silinder. Demikian juga dengan CBR  yang ada versi 250 dan 300 cc.

“Rasio misalnya, memang aturannya ndak boleh saling kanibal, tapi akal manusia dan mekanik pula, suilit dilacak. Itu baru rasio loh. Sedang Honda asal dijual versinya di negara masing-masing, boleh saling tukar onderdil. Lalu R25, barang yang ada ya yang di motor itu untuk mesin,” jelas Eddy.

Eddy bercerita di pinggir Chang International Circuit di Buriram, Thailand pada 28 Agustus 2015. Tentu di sana tim asuhan Eddy ikut seri 4 ARRC 2015. “Seiiring waktu jelas R25 akan menyesuaikan diri. Kan sembari lomba terjadi pengembangan. Belum lagi aturan masih diperbarui agar balapan antar merek ini bisa imbang,” tambah Eddy yang pembalapnya wong Malaysia berada di klasemen ke-7.

Juga berlaku bagi Yamaha Factory Racing (YFRI) Indonesia yang dhuni tiga pembalapnya. Yakni Galanmg Hendra, Sigit PD dan Imanuel Pratna. Ketiga R25 mereka terus berkembang. Bila tadinya sulit kelihatan di layar kaca saat siaran langsung, di Jepang kemarin sudah ada tuh, karena berada di rombongan depan. Itu namanya progress, to. Ya kan bang…

Para mekanik YFRI ogah dong dibedol teyus. Mereka lacak dari software teknologi elektronik sampai up-date perangkat kerasnya pada ECU-nya. Faktanya dari seri 1 dan 2 sulit dapat poin, kemarin di Jepang sudah lebih mudah mendulangnya. “YFRI ini memang harus bekerja keras. Selain ketinggalan pada varian motor seperti lawan, pembalap kami juga anak muda. Contoh Galang adalah bibitan dari bebek langsung ke sport, Asia pula,” senyum Supriyanto, manajer motorsport Yamaha Indonesia.

Galang sementara ini terbaik kedua dari pengebut Yamaha di ARRC. Dia posisi ke-6 di klasemen. Masih kalah dari pengebut Jepang yang juga membela Yamaha di posisi ke-5.  “Semakin ke sini ritmenya akan ketemu dari sisi teknik R25, pembalapnya juga makin menguasai,” tambah Supri yang diiyakan oleh Eddy.

Mantaplah, yang penting progress kan. MM

BACA JUGA

ARRC 2015 Thailand: Poin Masih Rapat Di Kelas Puncak Supersports 600

ARRC 2015 Suzuka Race-2 SS600: Jepang Nggak Ada Matinya Main Di Jepeng

ARRC 2015 Suzuka Race-2 AP250: Masih Jepang Dan Thailand

ARRC 2015 Suzuka Race-1 SS600: Indonesia Ke-4, Juaranya Wong Jepang

ARRC 2015 Suzuka Race-1 AP250: Indonesia Kelima, Balapan Hujan

 

 

BAGIKAN