nhk

ARRC 2015 Thailand Race-2 UB130: Biasa Kan Indonesia Podium Lagi Di Bebek

ManiakMotor – Jumlah lap underbone 130 di ronde 4 ARRC Thailand hanya 8 pusingan. Termasuk di race-2 yang berlangsung di sirkuit Chang International Circuit Buriram, Thailand pada Minggu 30 Agustus. Dari delapan lap ini seperti halnya bebek berlaga di sirkuit besar, tidak semuanya digunakan kebut habis. Peserta hanya saling jaga jangan sampai lepas dari rombongan.

Lap yang benar-benar terpakai di balap bebek sebenarnya hanya 1 lap terakhir. Dan bahkan hanya dua tikungan penentu juaranya. “Di bebek kalau mau lepas sendiri sama saja bunuh diri. Andai berhasil kabur awal-awal lap pun, mesin akan tersiksa sendirinya. Kan melaju sendiri dengan hambatan angin  besar. Beda kalau saling tukar posisi, lebih aman,” kata Ibnu Sambo, direktur Kawasaki Manual Tech (KMT).

KMT tempat Gupita Kresna yang membalap dengan Kawasaki Edge. Di race-1 pada Sabtu 29 Agustus  di ARRC Thailand, Gupita menang dengan taktik ala pasar senggol Indonesia. Dia tak mau gegabah untuk maju duluan. Tapi selalu bergerombol. “Saya tahu motor akan menang akselerasii di tikungan terakhir sirkuit Chang. Di situ saja saya konsentrasi dan sekaligus menambah poin,” kata Gupita yang di klasemen juga sudah memimpin jauh.

Di race-2 lebih parah. Parahnya ada 18 peserta yang bergerombol. Ke-18 itu dari total peserta di seri 4 ARRC ini. Sampai last lap belum ketahuan siapa jenege pemenang. Ketat memang balap bebek di ARRC. Saking ketatnya ada tiga joki jumpalitan di tikungan terakhir. Dan sayang, taktik Gupita di race-1 tak terulang di race-2. Gupita hanya kedua. Dia kalah dari Norizman Ismail dari Malaysia.

Di belakang Gupita ada Ferlando Herdian yang pakai Jupiter karbu. Memang sih sudah biasa bila Indonesia podium di bebek. Podium pula di Thailand yang di ARRC tahun 90-an sampai 200-an awal sangat sulit dikalahkan di bebek. Mereka baru angkat tangan saat digelar mesin 4-tak. “Yang penting, posisi kedua saya makin mengamankan poin di klasemen,” kata Gupita. “Kalau saya tadinya mau kabur, tapi motor sama kuat. Jadi fokusnya di lap terakhir saja,” timpal Ferlando.

Ya kan, cukup lap akhir saja balapnya untuk bebek. MM

BACA JUGA

Hasil ARRC Buriram, Thailand, 28 – 30 Agustus 2015

ARRC 2015 Thailand (Race1 Supersport 600): Yudhistira Hanya Ke-4

ARRC 2015 Thailand Race 1 AP250: Indonesia Macam Mana? Nah Baca Di Sini..!

ARRC 2015 Thailand Race 1 UB130: Gupita Kresna Bermain Ala Pasar Senggol Indonesia

ARRC 2015 Thailand: Kualifikasi Sport Indonesia Kerja Keras, Yudhis-Fadhil Terbaik

BAGIKAN