nhk

ARRC 2015 Thailand (Seri 6) UB 130/AP 250/SS 600, Yudhis Galau Nggak Diprogram Ke Moto2, R25 Menunggu

 

 

 

ManiakMotor – Tikungan  terakhir di lap terakhir (16 lap) race 2 Supersport 600 cc  ‘mimpi buruk’ bagi H.A Yudhistira dan tim Kawasaki Manual Tech KYT. Dia jatuh dengan high side ringan, “Coba masuk lebih dalam, tapi antara speed dan kemiringan motor nggak imbang. Di sisi lain kompon ban mulai habis, traksi hilang. Spekulasi ini pilihan, untuk jadi runner up di akhir klasemen,” bilang Ibnu ‘Pak De’ Sambodo dengan jiwa besar tetap member support pada Yudhis yang kudu mencapai finish dengan mendorong motor.  

Sampeyan yang nonton siaran tipi langsung dari sirkuit Chang, Buriram, Thailand (6/12) pasti merasakan emosional itu. Heroik! Yudhis telah menunjukan kemampuan terbaiknya. Aksi overtake di tikungan tiga pembalap sekaligus dari sisi dalam di lap ke-3 bikin kagum di tengah rumor pindahnya Yudhis ke Honda. Santer terdengar alias isu bin gosip, Yudhis jadi galau di persimpangan jalan.

Apa pasal? Masih kata si gosip, pasca balap rencana tes motor di tim baru terancam batal. Yudhis tak dapat izin dari Kawasaki Jepang. Pemicunya terkait dengan kontrak ‘geng ijo’ baru berakhir Desember 2015 ini. Padahal, oleh sumber gosip lain disebut Yudhis pasti ikut test dengan wearpack dan motor tanpa livery ala Moto GP.

Kabar hangat makin bergulir, ambisi main di level Moto2 tak sepenuhnya bisa terwujud. Nah lo! “Kans terbesar main di FIM CEV Spanyol. Tapi Honda sudah memprogram Dimas Ekky Pratama dan Andy Gilang untuk tahun depan. Paling kembali main di Asia dan kejurnas lagi. Namun tanpa gelar juara ARRC berat main di Moto2. Faktanya memang demikian,” analiasa sumber tadi. Sebab para juara ARRC saja yang sudah tahunan di Moto2 masih berada di barisan belakang. Kecuali Hafiz Syahrin yang masih muda sudah diboyong ke CEV Repsol dengan serius, nggak sepotong-sepotong. Itu pun masih barisan tengah.

Di sisi lain, ARRC tahun ini juga sangat menarik adanya Asia Production (AP) 250 cc dan ramai dengan peserta selalu di atas 30. Kelas ini mewakili pasar motor 250 cc. Line up motor ini ditularkan dari Indonesia menyebar ke dunia. Nah jendela balapnya di ARRC. Rider-rider terbaik Yamaha Indonesia yang tergabung di tim Yamaha Factory Racing Indonesia (YFRI) dan tim satelit macam Yamaha Tunggal Jaya telah berjuang membawa merah putih di situ. Yamaha Indonesia serius karena berkaitan dengan penjualan R25.

Di ronde 6 ini, joki-joki Yamaha telah berjuang. Race 1 adalah Galang Hendra Pratama yang start dari posisi 22 finish ke-13. Race 2 giliran Imanuel Putra Pratna finish ke-10 start posisi ke-13. Di klasemen akhir, Galang tembus di peringkat ke-9, disusul Imanuel dan Sigit PD di urutan 12 dan 14. “Tahun depan, kembali akan ambil bagian di ARRC. Tahun ini belajar dan sekaligus mengumpul data,” terang Wahyu Rusmayadi selaku manajer tim Yamaha Factory Racing Indonesia (YFRI).   Semangat!

Paling heroik di race 2 Underbone (UB) 130 cc yang dilakukan dua rider Indonesia yakni Anggi Permana Putra dan Wahyu Aji Trilaksana. Keduanya tergabung di tim Faito Factory Racing (Malaysia) yang podium 1 dan 2. Dua Jupiter korekan Hawadis itu tak terbendung dan melengkapi gelar juara umum UB 130 yang diraih Gupito Kresna Wardhana (Kawasaki Manual Tech). Sayangnya, Gupito yang berambisi kembali naik podium di race 2 harus terhenti di lap pertama lantaran alami trouble engine. Ardel

BACA JUGA

Klasemen Dan Kejuaraan Tim ARRC 2015

Hasil ARRC Seri 6 Thailand 3 – 6 Desember 2015

ARRC 2015 Thailand (Seri 6): Yamaha Factory Racing Indonesia, Tahun Pertama Pondasi R25 Dan Pembalap

ARRC 2015 Thailand (Seri 6) Supersport 600 Race-1: Ron Hogg Tutup Mulut Soal Yudhistira

ARRC 2015 Thailand (Seri 6): Seri Pamungkas, Tim YFRI Bertarung Kembali Harumkan Nama Bangsa

 

 

BAGIKAN