nhk

ARRC 2015 Thailand (Seri 6); UB 130, Back 2 Back Champion, Gupito Krisna, Sejarahnya Kawasaki

 

ManiakMotor – Back 2 Back Champion, begitu tulis Gupito Kresna Wardhana (Kawasaki Manual Tech KYT Rextor). Artinya, musim ini kembali gelar juara umum UB atau Underbone 130 cc jadi miliknya. Bisa begitu, dengan mengumpulkan point  184 tak mungkin terkejar lagi.

Walau di race-2 di  seri pamungkas atau putaran ke-6 Asia Road Racing (ARRC) di Chang International Circuit, Buriram, Thailand (6/12-2015), Gupita berstatus DNF sudah nggak ngaruh. Bahkan, juara Gupita sudah ditentukan di seri 5 di Qatar lalu.

Di race-1 pada Sabtu kemarin seri 6, Gupita kedua sehingga poinnya total 204 poin di akhir klasemen. Lawan keduanya hanya 130 dari Malaysia. ”Motor memang ada masalah,” kata Gupita saat diajak bicara di paddock Kawasaki Manual Tech (KMT) di Chang, Buriram, Thailand matanya berkaca-kaca. Ini tidak sekadar juara, tapi sejarah. Bila Hadi Wijaya jauara dua kali berturut di bebek ARRC dengan beda merek, Gupita melakukannya dengan satu merek Kawasaki. 

Ibnu Sambodo selaku pemilik tim mengapresiasi pencapaian  Gupito di dua musim terakhir ini. Bebek memang bukan prioritas KMT, tapi ‘wajib’ juara untuk mempertahankan image bebek Indonesia. Bukan rahasia, di kelas ini Indonesia bersaing ketat dengan Malaysia. Bahkan, Gupito merasa tak sekedar melawan secara personal.  “Instruksi bukan lagi mewakili tim, tapi Negara,” kata Pak De – sapaan Ibnu – yang tak menampik teknologi korekan Malaysia ancaman serius. 

“Musim depan, Gupito akan mengisi line up AP 250, AM Fadly naik Supersport 600. Bebek bisa jadi off tahun depan,” ujar Pak De-sapaan akrab  Ibnu. Wow! Jika benar,itu adalah pengalaman pertama rider 26 tahun itu di sport. Terlambat? Soal itu, Pak De pasti punya pertimbangan lain dengan pengalaman 4 tahun bermain di level  Asia (underbone).

Kelas underbone sendiri memberi edukasi pada beberapa pembalap di seri 6 ini. “Regulasi ARRC dijalankan dengan tegas, termasuk sanksi. Macam denda 50 USD  bagi 10 pembalap di sesi kualifikasi dengan sengaja saling tunggu dan memperlambat laju motor. Juga ada pembalap yang kena sanksi, lantaran ganti spuyer di grid. Ini pembelajaran bagi pembalap dan penyelenggaraan di Indonesia,” tutup Pak De! Ardel

BACA JUGA

Klasemen Dan Kejuaraan Tim ARRC 2015

Hasil ARRC Seri 6 Thailand 3 – 6 Desember 2015

ARRC 2015 Thailand (Seri 6) Supersport 600 Race-1: Ron Hogg Tutup Mulut Soal Yudhistira

ARRC 2015 Thailand (Seri 6): Seri Pamungkas, Tim YFRI Bertarung Kembali Harumkan Nama Bangsa

ARRC 2015 Tahiland (Seri6): Yudhistira Front Row SS600, Bebek Makin Jaya, AP250 Makin Yamaha

 

BAGIKAN