nhk

ARRC 2015 Thailand (Seri 6): Yamaha Factory Racing Indonesia, Tahun Pertama Pondasi R25 Dan Pembalap

 

ManiakMotor – Motor baru dan memang Yamaha R25 baru dijual massal. Ia masih punya keterbatasan dalam datan untuk dibawa ke racing. Itu dibanding lawannya Kawasaki Ninja 250 FI dan Honda CBR250 yang puluhan tahun jauh duluan meluncur ke pasar. Mereka sudah punya komponen turunan sesui penyempurnaan versi jualan yang tentu saja berguna untuk pengembangan di sirkuit. 

Di sisi lain, khusus tiga pembalap Yamaha Factory Racing Indonesia (YFRI) semuanya baru untuk berkompetisi internasional. Ketiganya adalah, Sigit PD, Imanuel Prtana dan Galang Hendra Pratama. Bahkan Galang, baru tahun ini naik sport yang sebelumnya hanya juara motoprix. “Saya memang hanya ke-9 di akhir klasemen. Tapi saya banyak memetik pelajaran terutama soal mental,” kata Galang dari paddock YFRI di sirkuit Chang, Buriram, Thailand usai race-2 AP250 pada Minggu 6 Desember 2015.    

Misi YFRI ikut Asia Road Racing Championship atau ARRC di Asia Production alias AP250 memang penjajakan. Apalagi, sejak awal ARRC 2015 posisi R25 sebagai motor baru yang kurang diuntungkan. Lawan-lawan sudah takut duluan dengan motor ini. “Makanya muncul aturan penambahan beban yang sangat banyak. Beban ini tidak sekadar menyiksa mesin, tapi juga mengubah geometri R25 yang sudah paten. Awalnya kami persilakan saja, tapi belakangan pemberat ini dihilangkan. Sayang memang terlambat, tapi masih ada tahun depan,” jelas M Abidin, GM Motorsport Yamaha Indonesia.

Jadi ARRC 2015 sebagai tempat timba elmu. AP 250 sebagai kelas baru di ARRC memang langsung jadi favorit yang dibidik Yamaha Indonesia.  Maklum, dengan basis spek mesin produksi massal (mass production), epeknya langsung pada penjualan umum. Terlebih YZF R25 memang sport setengah moge di Asean, khususnya Indonesia dan umumnya dunia, karena YI yang memproduksinya.  

Kembali ke balapnya. Evaluasi tiga joki YFRI dianggap berprogress dari skill dan mental. Ambil contoh, soal kemampuan melibas tikungan, “Hasil evaluasi data logger (2D) menunjukan, bila sebelumnya  belum stabil atur ritme buka tutup gas di tikungan, saat ini kelemahan itu mulai teratasi, dan terbukti best time mereka signifikan naik 0,2 – 0,4 detik. Sebab 2D jadi alat pintar mengolah data yang akurat,” bilang Wahyu Rusmayadi, manager tim YFRI.

Hasil itu juga tak lepas dari performa R25 mereka yang terus diupgrade. Terkini, custom racing muffler by Sakura (Japan) dan ECU (YMC) yang terus direkayasa, “Juga menyoal regulasi bobot kendaraan plus pembalap yang direvisi jadi 195 Kg menjadikan lebih kompetitif,” sambung Wahyu seraya menegaskan pengembangan performa R25 saat ini sudah mencapai 80-90%. 

Bila sudah jelas arah pengembangan akan lebih cepatah ketemu puncaknya. Kan tinggal menambal-nambal dan penyesuaian regulasi musim depan. Demikian juga pembalapnya lebih mudah mengarahkan diri dengan perkembangan motor. Paling utama lagi, memori mereka akan menyatu dengan motor termasuk menyetel R25 sesuai sirkuit yang dituju. Karena sirkuit yang digunakan nggak jauh-jauh dengan 2015.  

Tahun ini jadi acuan YFRI untuk menentukan formasi tim tahun depan. Sebab YFRI pasang target juara umum. Sudah ada 4 – 6 kandidat, dasar pertimbangannya adalah performa, komunikasi, dan attitude. “Bisa jadi kolaborasi senior-yunior,” sebut Supriyanto, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) pada suatu kesempatan.

Overall, di tahun perdana itu tetap menggembirakan pada performa tim secara keseluruhan yakni peringkat ke-4 dari total 24 tim yang ambil bagian. Mantap! Ardel  

BACA JUGA

Klasemen Dan Kejuaraan Tim ARRC 2015

Hasil ARRC Seri 6 Thailand 3 – 6 Desember 2015

ARRC 2015 Thailand (Seri 6): Seri Pamungkas, Tim YFRI Bertarung Kembali Harumkan Nama Bangsa

ARRC 2015 Thailand (Seri 6); UB 130, Back 2 Back Champion, Gupito Krisna, Sejarahnya Kawasaki

ARRC 2015 Thailand (Seri 6) Supersport 600 Race-1: Ron Hogg Tutup Mulut Soal Yudhistira

BAGIKAN