nhk

ARRC 2016; AM Fadly Punya Rekor Termuda Ikut SS600 Di Asia

 

 

ManiakMotor – Berjumpa di Sidrap Prix, Sulsel saat event pergantian tahun ke 2016, AM Fadly tampak ceria. Aura positif dengan senyum optimis. Ada apa gerangan? “Sebagai putra asli Sulawesi Selatan, bangga dong dengan sirkuit Puncak Mario ini. Akan mudah berlatih dan bertanding buat pembalap Sulsel ke depan di event-event level nasional,” kata pembalap asuhan Ibnu Sambodo di Kawasaki Manual Tech (KMT) tersebut.

Doski nggak ikut Sidrap Prix, karena nggak punya motor Kawasaki digeber di sana dan lagian dia sudah dinaikan ke supersports 600 cc tahun ini atau 2016. Fadly yang jalan 16 tahun itu sebelumnya membela KMT untuk AP250 pakai Kawasaki Ninja Mono. Tadinya dia diplot sebagai penggati Yudhishtira saat ribut-ribut Yudhis ke Honda. Walau Yudhis akhirnya membatalkan diri ke Honda, Fadly tetap dipakai dan dipersiapkan ke masa depan untuk moge menengah.

Fadly memang jadi team mate Yudhis di KMT. Kira-kira seperti tiga tahun lalu ketika KMT masih dibe M Fadli yang besar. Fadli juga alias M Fadli Imanuddin dan Yudhis sebagai tandemnya. Tahun 2016 ini, Yudhis pembalap utama dan Fadly pelapisnya. “Di Sulsel dan umumnya Sulawesi balap motor juga jadi pilihan karir. Adanya sirkuit Mario akan menambah motivasi mereka, sebab selama ini hanya bermain di trek dadakan,” tambah Fadly seperti mengalihkan pembicaraan soal dirinya.

Bagi AM Fadly bergabung dengan KMT dan langsung main di Asia Road Racing Championship adalah pengalaman tiada taranya. Betapa tidak dari pemain bebek motoprix langsung disuruh main Sport 250 cc. Tahun ini pun langsung naik pangkat lagi di SS 600. Itu rekor di ARRC sebagai rider termuda main dengan Ninja 600  full series.

Tapi, Pak De – sapaan akrab Ibnu Sambodo – tetap yakin dengan progress Fadly meski masih bau kencur. “Kali pertama test 600 cc usai seri akhir  ARRC 2015 Thailand, dia punya progress bagus. Fadly langsung mencetak 1 menit 41 detik. Itu tahapan awal yang oke deh,” ujar Pak De sambil menjamin skill Fadly bisa dipoles mengingat di kubunya memang ada tukan poles kelas dunia macam Katsuaki Fujiwara. Polesan Fujiwara sudah dibuktikan pada skill Yudhis yang membaik akhir-akhir ini.

Pokoknya riding style Fadly akan dipantau terus oleh kubu KMT. KMT memang harus punya pelapis, karena sewaktui-waktu Yudhis bisa cabut, termasuk Fadly sendiri. Karena itu, KMT mengaku siap mencetak generasi selanjutnya tak habis-habis. Ardel

BACA JUGA

Sidrap Prix 2015 Night Race SP 150: Sonic 150R Vs Mx-King Vs FU! Pemenangnya?

ARRC 2015; Ayo Galang Hendra Pratama, Kamu Andalan YFRI, Nasehatnya Atur Ritme

Yudhistira Nggak Jadi Ke Honda, Tetap Disambut Hangat Di Kawak

Ibnu Sambodo ‘Auk Ah’, Soal Yudhistira Batal Ke Honda

 

BAGIKAN