nhk

ARRC 2016 India; Bebek Indonesia Terbaik, Sport AP 250 Lumayan, SS600 Sama Saja

ARRC India 2016

 

ManiakMotor – Ronde 5 Asia Road Racing Championship (ARRC) kali ini goyang pinggul tepuk rebana. Karena ronde 5-nya adanya di sirkuit Buddh International, India. Event ini berlansung dari 30 September sampai 2 Oktober 2016.

Jumat 30 September 2016 sudah berlangsung free practice, bahkan underbone 130 telah melakukan superpole. Di bebek sudah jelas peluang Indonesia dan benar saja, Wahyu Aji Triklasana (BMKS Indonesia) yang tercepat. Saat lomba dia akan berada di grid pertama.

AP250 yang banyak gengsing sudah melakukan tiga kali latihan bebas. Pemain Indonesia dalam tiga kali latihan tersebut lumayan sodok-sodok ke depan. Disebut lumayan, karena belum dapat predikat tercepat di salah satu sesinya. “Di ronde 5 ini seharusnya jurus balap yang diajarkan dari VR46 Rider Academy boleh digunakan. Dan ingat, kami ada lima orang yang belajar di sana berada satu kelas di AP250 ARRC,” sebut Galang Hendra.

Galang adalah utusan Yamaha Racing Indonesia. Di FP1 dia ke-2, FP2 ke-5 dan FP3 malah jadi ke-7. Demikian juga dengan Imanuel Pratna yang membela Yamaha TJM atau tim satelit Yamaha Indonesia. Imanuel masih membayangi di lima besar, termasuk di FP3. “Saya masih penasaran dari Sentul yang seharusnya podium. Mudah-mudahan bisa suskses di India, lantaran kebanyakan peserta belum terlalu paham dengan sirkuitnya,” timpal Imanuel.

Ada kagetan di luar Yamaha di AP250. Yakni munculnya Gupita Krisna di enam besar di FP3. Boleh disebut tumben, lantaran biasanya jauh dari posisi tersebut. Atau memang Gupita mulai terbawa ritme bermain sport 250 cc. “Selain Gupita mulai biasa dengan sport 250, juga motor mulai diseriusi setelannya,” kalem Ibnu Sambodo dari Kawasaki Manual Tech yang membayar Gupita bermain di ARRC.

Kelas paling puncak sport 600 cc, beberapa pemain Indonesia keteteran. Gerry Salim (Astra Honda) yang di Sentul dominan di tiga sesi latihan kelihatannya kesulitan masuk 10 besar. Bahkan di FP3 tertendang ke posisi 15. Biasa, masih hapal-hapal sirkuit. Berbeda dengan Yudhistira (Kawasaki Manual Tech) yang sudah punya pengalaman, lumayan dalam tiga FP selalu di lima besar.

Ah mungkin Gerry, Galang dan Yudhis masih kelelahan usai ikut PON di Jabar. MM

BACA JUGA

Hasil ARRC India 30 September – 2 Oktober 2016