nhk

ARRC 2016 Jelang Seri 4 Sentul: Riset Baru Imanuel Ingin Pertajam Waktu 1 Menit 45 Detik

ManiakMotorYamaha YZF-R25 yang dipacu Imanuel Pratna ketika berlaga di sirkuit Suzuka, Jepang, awal Juni (4-5/6) lalu, terbilang istimewa. Ya, mungkin sedikit spesial lah, sehingga pembalap tim Yamaha Traxx-D TJM Bien Racing ini berhasil menyentuh finish keempat pada race2  Asia Road Racing Championship (ARRC) seri 3. Hasil ini, El – sapaan akrab Imanuel – mengaku suprise dan tidak lepas dari hasil riset mekanik senior Hawadis. Lantas,  dari Suzuka riset ini dipakai lagi di sirkuit Sentul untuk tampil di seri 4 ARRC, 6-7 Agustus mendatang?

Bisa ya, bisa tidak. Seperti yang dibilang  komandan tim Rudyanto. “Kita sedang meriset dan menguji coba ECU aRacer, tapi masih prototipe. Tipenya RC Super dan belum diproduksi. Fitur-fiturnya lengkap dan tidak perlu beli data-logger lagi. Yang pasti, lebih optimal meningkatkan performa.”

Hanya itu saja Rudyanto? Dipancing-pancing, Hawadis  menambahkan kalau head dan porting juga baru. Namanya perubahan adalah riset. Tujuannya selalu lebih bertenaga. Kan begitu. Bila sebelumnya 36.86 dk, ketika di dyno terdongkrak jadi 38.45 dk. Tuh kan, “Ya, dari riset porting head, knalpot dan ECU tadi,” ungkap mekanik asal Madura yang hitam manis bangat itu.

Lah, ini kan teori dan belum dijajal. Tapi, ketika di Suzuka El merasakan ada peningkatan. Semoga dengan riset baru ini bisa menjadi lebih baik. “Jadi, kondisi motor saat ini jauh lebih baik, lantaran melibatkan banyak pihak,” sebut Rudyanto yang setiap bicara terselip soal suspensi andalannya, lantaran dia juga jualan Traxx.

Singkat cerita, motor ini tak semua digarap Hawadis. Seperti suspensi Traxx-D dari Mr. Joshua langsung, dan ECU dari Mr. Leon dibantu Mr Saiki dari Yamaha Jepang. Ternyata, kolaborasi ini mulai senyawa dengan karakter pembalap yang konstan dengan racing line. Begitu cerita Rudyanto.

Wah…wah..wah, dengan riset baru itu nanti diharapkan El bisa mempertajam rekor kecepatannya di Sentul 1 menit 45detik, yang katanya sih merupakan waktu ideal.  Bisa lebih cepat kan lebih baik, toh! Malah Hawadis sudah pasang target dan yakin bisa tembus 1:44 detik. Kita tunggu karena si El sebelumnya harus ke VR46 Riders Academy untuk diajari si Valentino Rossi. Ardel 

BACA JUGA 

ARRC Suzuka Jepang 2016: Yamaha Racing Indonesia, Cukup Oke Pada Race-2 AP250 

ARRC 2016 Jepang (Seri 3): Aturan Bobot Di AP250 Jadi Isu Lagi, Satu Silinder Dikurangi 5 Kg 

ARRC Suzuka 2016 Race-1 SS600: Thailand, Malaysia Dan Jepang, Motor Terbakar  

ARRC Thailand 2016 Race-1 Dan 2 UB 130, Indonesia Juara

 

 

BAGIKAN