nhk

ARRC 2016 Johor Malaysia: Ayo Indonesia, Podium Dong, Untung Di SAC Ada

ManiakMotor – Tiga kelas utama yakni UB 130, AP 250 dan SS 600, rider Indonesia masih belum podium di race 1. Bahkan  UB (Underbone) 130 yang langganan kuasai podium pun, hanya mampu di posisi ke-5 lewat Wahyu Aji Trilaksana (Malioboro City Jogjakarta TPK48 BKMS) pada Jumat 1 April kemarin di sirkuit Johor, Malaysia dalam rangka ronde 1 ARRC 2016.

Kans podium memang ada di H.A Yudhistira (Kawasaki Manual Tech) di SS 600. Itu jika berkaca pada hasil tahun lalu. Pembalap asal Kaltim itu ketiga klasemen akhir. Faktanya, meski semua berambisi dan pasang target podium, urung tercapai.

Modal semangat saja tak cukup, pertarungan ketat macam di AP 250. Itu lantaran regulasinya dan memang rata spesifikasinya. Apiwat Womgthananon (Yamaha Thailand Racing Team) misalnya. Tahun lalu di AP Honda (Thailand) menonjol, tahun ini dengan YZF R25 pun begitu.  Berarti memang skill. “Tak ada pilihan, ini tahun terakhir di AP 250. Secara teknis motor sangat kompetitif, ayo podium,” seru Supriyanto, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.  Maksudnya tahun terakhir, kenapa bos? Ah nanti saja dijawab.

Lalu, apa masalahnya? “Kali ini coba aplikasi slipper clutch. Mekanismenya bekerja saat mesin sedang deselerasi saat down shift (turun gigi). Slipper clutch penting untuk mengurangi gejala torsi berlebihan (back torque) saat turun gigi cepat. Torsi berlebihan bisa menyebabkan ban belakang mengunci akibat tekanan kompresi,” urai Wahyu Rusmayadi, manager Yamaha Racing Indonesia (YRI) seraya menyebut slipper clutch tadi ada pada R25 Galang Hendra Pratama. Artinya, secara teknis terus diupayakan pada input rider. Alhasil, cukup menjanjikan jika melihat hasil sesi latihan bebas.

Hal serupa juga diserukan Anggono Iriawan, Manajer Motorsport and Safety Riding PT Astra Honda Motor. Dari gesture-nya, terucap,  Ayo… Dimas, kamu bisa di moge menengah alias SS600!! “Semua progress harus ditampung dan dibuat programnya. Itu saja,” kata Anggono tanpa menjabarkan lebih jelas soal Dimas.

Ibnu Sambodo, pawang Kawasaki Manual Tech (KMT) menyoroti sirkuit Johor. Pak De – sapaan akrab pawang 4 tak itu –  menyebut dengan istilah ‘unik’ untuk sirkuit dengan panjang 3,86 Km itu. Yes, sirkuit pernah menggelar GP500 1998 ini punya layout menanjak dan menurun. “Ini memang bukan karakter ZX-6. Harus tepat dengan mapping pengapian, kalo tidak, liar. Perbandingan kompresi atur ulang,” ujar Pak De, yang akui set up race 1 belum optimal. Pastinya juga, rider harus cepat beradaptasi dengan racing line.

Terlebih Johor bagi pelaga Indonesia yang muda-muda. Kalau sekelas Ade Taruna yang jadi manajer Yamaha TJM di AP25, sudah sering main di situ, karena tahun 90an dipakai pula ARRC. Ayooo!! Eit untung ada SAC atau Suzuki Asian Challenge pembalap Indonesia podium pertamaArdel   

BACA JUGA

Hasil ARRC Johor Malaysia Seri 1, 31 Maret – 3 April 2016

ARRC 2016 Johor Malaysia: Race AP250, Semua Podium Yamaha R25 Thailand

ARRC 2016 Johor Malaysia: Race-1 Supersports 600, Azlan Kembali Dari Moto2, Kawasaki Juara

ARRC 2016 Johor Malaysia: Kualifikasi AP250, 20 Pembalap Kena Penalti, R25 Indonesia Tercepat

ARRC 2016 Johor Malaysia: Latihan Bebas Hari 1, R25 Yamaha Indonesia Kedua, SS600 Mantap

BAGIKAN