nhk

ARRC 2016 Sentul (Seri 4): Sentul Milik Kita, Ayoo… Kita Juara, Indonesia!

ManiakMotor– Sejak 90-an sejarah Asean Race yang sekarang berubah jadi Asia Road Racing Championship, Indonesia nggak pernah juara ARRC di kelas puncaknya. Entah itu dulunya Bebek 125 2T TU dan Sport  150 2T TU, kita hanya jadi penonton. Itu nggak cerita era bebek 110 4T yang jagoannya Indonesia. Tapi bebek 4T di ARRC nggak pernah jadi kelas puncak, karena bersamaan dengan itu sudah ada supersports 600.

Tapi peluang juara seri di kelas puncak selalu ada kalau bermain di sirkuit Sentul. Saat ini di ARRC ada dua kelas puncak, yakni supersport 600 dan Asia Production atau AP250. Disebut kelas puncak karena sifatnya  open atau terbuka untuk semua merek yang mereknya mengutus para andalan dewek-dewek. “Kami akan coba bermain baik dengan memanfaatkan penguasan sirkuit. Sudah terbukti kan, Yudhistira di SS600 bisa melakukan perlawanan di Sentul,” yakin Ibnu Sambodo dari Kawasaki Manual Tech.

Sentul memang milik Indonesia. Harusnya jadi milik pemblap Indonesia dari semua kelas yang dilombakan di ARRC. Ya terutama kelas puncaknya. Kan bercita-cita bisa. Itu Sentul  ini jadi tempat ronde 4 ARRC 2016, Jum’at-Minggu (5-7/8-2016). Selain penguasaan  sirkuit, tentu mental main di kandang. Kan ada sanak saudara yang menonton, walau pun mereka nggak semuanya datang ke Sentul.  

Coba lihat saja Yudhistira (SS 600), Galang Hendra Pratama (AP 250) dan Wahyu Aji Tri Laksana (UB 130). Ketiganya, saat dihubungi berapi-api bicaranya, tanda mental mereka siap. Ketiganya memang jadi andalan Indonesia di tiga kelas utama yang dilombakan. Eit jangan lupa ada Dimas Ekky Pratama dan Gerry Salim, keduanya andalan Honda di SS600.  

Yudhistira sejak awal sudah pasang target point 50 yang artinya kudu menang di dua race. Katanya spek Kawasaki Ninja ZX-6R kompetitif. Karena di Sentul ini, giliran menggunakan mesin baru.  Sekalian  Yudhis kudu angkat moral petarung yunior-nya. “Target podium pertama. Ini seri yang harusnya dapat point penuh. Kita punya segalanya main di Sentul,” kata Yudhis dengan nada mantap.

Para pemain Indonesia di AP250 juga dituntut beringas. Apalagi Galang Hendra Pratama dan Imanuel Pratna baru pulang dari The Master Champ (VR 46 Riders Academy). Galang yang ada di peringkat ke-5 klasemen sementara itu, harus memperlihatkan elmu yang didapatnya dari The Doctor.  Dua seri terakhir Galang makin berani fight. Fight inilah yang kelihatan kurang dari para pemain Indonesia. Itu yang kelihatan di tv loh. Benar-benar kelihatan di situ lemahnya. Mudah-mudahan main di negara sendiri berani ‘berantam’ yang bukan pukul-puklan tapi ketangkasan bermotor.  

Ssaatnya Galang menunjukan kelasnya dengan dukungan teknis YZF R25 yang terus diupgrade.  Pun begitu dengan Imanuel. “Semoga semangat dan moral terpompa main di kandang. Bukan hanya dari pembalap, tapi semua pasukan tim,” ujarnya Rudyanto selaku pemilik tim TJM. 

Kita lihat saja nanti lombanya. Ardel

BACA JUGA

ARRC Sentul 2016 Jelang : Galang dengan Settingan Baru, Imanuel Didukung Riset Baru

ARRC Sentul 2016 Jelang:Galang Siap Terapkan Ilmu Rossi, Ratukore Kuda Hitam

ARRC Sentul 2016 Jelang : Trio Pembalap Suzuki Siap Rebut Podium Pertama di SAC

ARRC 2016 Jelang Seri 4 Sentul: Riset Baru Imanuel Ingin Pertajam Waktu 1 Menit 45 Detik

ARRC 2016 Sentul Jelang Seri 4; H.A Yudhistira Masih Andalan Indonesia di SS600, Ayoo..Buru 50 Point!

BAGIKAN