nhk

ARRC 2016 Seri 2 Thailand, Yamaha Finson, Catridge Suspensi Ohlins Vs ECU Canggih Thailand

ManiakMotor – Bukan sepelekan peranti yang lain pada Yamaha R25, tapi suspensi selama ini yang menolong Yamaha Finson Racing. Pembalapnya di kualifikasi AP 250 seri 1 Johor, Malaysia (1/4) lalu, lumayan merengsek ke depan. Itu pertanda YZF R25 Finson dikebut Kasma Daniel Kasmayudin (Malaysia) nyaman dengan Ohlins. Raceday pun sempat memimpin dan di barisan depan.

Tapi memang seperti diakui Finson,  rider 15 tahun itu masih kalah pengalaman. Itu dibanding dengan joki-joki Yamaha Thailand. Apalagi mekanik Yamaha Thailand di ronde 1 lalu punya terbosan penting. Itu loh soal air scoop yang menerima udara dari moncong motor yang diteruskan pada kotak udara. Hal yang sama di ronde 2 ARRC ini, R25 Yamaha Indonesia menggunakannya.

Namun, R25 Thailand diuntungkan ECU terbaru aRacer. Debit udara yang besar bisa disatukan dengan bahan bakar yang besar pula. “ECU dipakai Yamaha Thailand memiliki Throttle Position Sensor (TPS), Intake Air Pressure Sensor dan bahkan setiap tingkat gigi percepatan debit bahan bakarnya bisa disetting,” kata sumber dari Thailand. Waw… pantas R25 Thailand kencang amat.  

Intinya itu yang kudu  dilawan para pembalap Finson di seri 2 ARRC (6-8/5)  di Chang International Circuit Buriram, Thai. “Targetnya memang harus podium lewat perbaikan startegi,” ujar Eddy Saputra, bos Finson tanpa sebut detail strateginya. “Motor tetap diperbaiki  dengan cartridge suspensi depan (Ohlins). ECU milik Jepang langsung, makanya fokusnya pada suspensi,” tambah Pak Haji – sapaan akrab Eddy, – pria yang berpengalaman di segala level balap itu.

Cartridge suspensi tadi dirancang khusus untuk R25. “Didesain dan dibuat di Swedia. Pemasangannya plug and play dengan fitur tergolong lengkap mulai dari preload, compression, dan rebound yang bisa disetel sesuai kebutuhan,”ujar Pak Haji lagi.

Nah, menarik juga dicermati komentar Hendriansyah tentang startegi di AP 250. “Paling penting harus jeli membaca situasi pada saat balap. Strategi yang direncanakan bisa saja tidak sesua saat race. Termasuk menghadapai tiga pembalap Thailand yang punya kekuatan merata itu. Disitulah kemampuan pembalap akan diuji. Mereka pasti punya skala, rider yang punya peluang lebih besar akan diprioritas,” kata Hendriansyah yang punya pengalaman dan kapasitas bertarung se level ARRC. Ardel

BACA JUGA

ARRC 2016 Seri 2 Thailand: YZF R25 (YRI) Pakai RAM Air Alias Air Scoop?

ARRC 2016 Seri 2 Thailand: Galang Hendra Pratama, Target 5 Besar (Race 1 dan 2)

ARRC 2016 Seri 2 Thailand: Thailand, SS 600, HBD Yudhis, Kans Podium Buriram?

ARRC 2016 Johor Malayasia (Seri 1): Galang Berkembang Memainkan R25

ARRC Johor 2016: Suzuki Asian Challenge (SAC) Tolong Podium Dari Indonesia

 

BAGIKAN