nhk

ARRC 2016 Thailand: Komentar Bos Yamaha Bahtera Permainan Kasar Syahrul Amin, Sanksi 6 Bulan!

syahrul-amin-arrc-thai-1

ManiakMotor- “Kalau itu bukan porsi dan wewenang saya. Juga tak ada hak saya untuk memberi pembelaan dan pembenaran. Tapi saya bilang, biar ini jadi pembelajaran di dunia balap buat Syahrul Amin. Agar lebih professional ke depan, saya pribadi lebih melihat dari sisi positif,” komentar Novi Endaryono, komandan Yamaha Bahtera.

Itu terkait dengan sanksi yang dijatuhkan kepada Syahrul saat ikut ARRC ronde akhir di sirkuit Buriram, Thailand pada 1 – 4 Desember 2016 kemarin. Amin dapat sanksi dari panitia ARRC karena permainannya ala pasar senggol. Ada gerakan siku wdan dengkul berulang-ulang keluar dari Syarul saat race-2 AP250 untuk memepet pembalap asal Australia, Jack Mahaffy. Walau pun ini permainan balap motor, bukan silat…

Syahrul ikut di ARRC 2016 ronde penutup ini berstatus wild card. Juara nasional sport 150 cc dan 250 cc 2016 itu tampil di sana atas nama Yamaha Racing Indonesia (YRI). Dia akhirnya kena sanksi selama enam bulan dilarang tampil di kancah Asia. Ini telah dikonfirmasi oleh Two Wheels Motor Racing (TWMR) selaku penyelenggara ARRC seperti ditulis dilaman facebook mereka; FIM ASIA TELAH MENGHUKUM WILDCARD SYAHRUL AMIN DENGAN 6-bulan.

Wahyu Rusmayadi selaku Manager tim Yamaha Racing Indonesia juga memberi respon, “YRI tidak naik banding. Sebagai manajer tim YRI, saya hanya bisa meminta maaf. Ini pelajaran ke depan harus lebih baik. Balap Indonesia harus maju bersama,” ujar Wahyu selaku manajer YRI.

Bukan sebut biasa soal beginian, pernah menimpa si juara AP250 ARRC 2016 si Apiwat Wongthananon. Jangankan itu, lha wong di MotoGP, Moto2 dan Moto3 juga ada. Malah terkait langsung Valentino Rossi 2015 di Sepang lalu sehingga dia dihukum start dari belakang dan menjadi polemik. Bedanya mungkin Rossi sangat halus nggak berulang-ulang menendang dan menyikut lalu mengintervensi lawan.

Mungkin Syahrul nggak mengira kamera ada di mana-mana memantau perilaku pembalap di lintasan. Jadi memang benar, menjadi pelajaran buat Syahrul dan siapa pun pembalap Indonesia untuk main cerdik saat melangkah ke jenjang internasional. Cerdik dan kasar itu beda. Syahrul sendiri telah mengakui kesalahannya. Ardel

BAGIKAN