nhk

ARRC 2017 Buriram : Wahyu Aji Tebus Kemenangan Tertunda, Anggi Paksakan Diri

Wahyu Aji, UB150, Buriram

ManiakiMotor – Start dari urutan ke-15, Wahyu Aji Trilaksana mempertontonkan superioritasnya di kelas Underbone 150 (UB15) di race 2 seri kedua ARRC 2017 di sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand. Bocah Ngapak asal Ajibarang, Banyumas, Jateng ini didukung performa MX King 150  mampu merebut kemenangan yang tertunda di race 1 akibat gangguan mesin.

Pembalap tim Yamaha Racing Indonesia ini berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya. “Saya bersyukur untuk hasil race 2 ini. Dari lap pemanasan, saya sudah percaya diri, meskipun start dari grid belakang. Terimakasih untuk tim yang sudah bekerja keras, semoga seri berikutnya saya bisa mendapatkan momen yang lebih baik, “terang Wahyu Aji, jawara UB130 2016.

Wahyu Rusmayadi selaka manajer tim YRI salut pada kerja keras duet mekanik Hawadis dan Robert Chong mengatasi gangguan ketika terjadi di race 1. Ini sehubungan durability. Semua tim  sudah berusaha keras memperbaiki race 1. Termasuk develop yang dilakukan Hawadis dan Robert.

Sayangnya, sukses Wahyu tidak diikuti pembalap tim satelit Yamaha Yamalube KYT TJM Racetech, Anggi Setiawan. Ia terlalu melebar di lap terakhir tikungan kedua, akibatnya pembalap asal Palu ini berada di rombongan belakang. “Saat masuk tikungan terakhir posisi saya sudah ke-4, tapi coba memaksa sehingga ke luarnya agak lambat, “ sesal Anggi yang finish ke-9. Bagaimana pun ini merupakan pengalaman pertama Anggi berlaga di event internasional.

Disamping itu, untuk kategori Asia Production 250 (AP250), petarung Yamaha Racing Indonesia (YRI), Galang Hendra Pratama dapat memperoleh hasil lebih baik dibanding race 2. Galang yang berasal dari Jogjakarta dapat finish ke-6. Saat race pertama harus puas di urutan ke-9 saja. Galang menyebut bahwa perfoma motornya dalam momen top-speed kurang optimal. Hal demikian juga dialami rekan se-tim Galang di YRI, Rey Ratukore.

“Saya kehilangan momen saat top-speed, RPM masih kurang powernya, itu setelah tikungan  saat masuk tanjakan dan semua trek lurus, “tutur Galang Hendra Ptamata yang tahun lalu ada di peringkat ke-5 klasemen akhir AP250 (ARRC 2016). “Performance motor bertahan hanya selama 2 lap, setelah itu power motor berkurang, “timpal Rey Ratukore yang finish ke-12 di race 2 AP250. www.yamaharacingindonesia.co.id

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353