nhk

ARRC 2017: Di Suzuka Aturan Baru AP250 Akan Keluar? Aturan IRS R25 Redam CBR250RR

CBR250RR kampiun ARRC

 

ManiakMotor – Dengar-dengar akan ada keputusan regulasi AP250 di Jepang. Itu dalam rangka ronde 3 ARRC di sirkuit Suzuka pada 3 – 4 Juni 2017. Di sini katanya akan dikeluarkan aturan, untuk membuat balapannya imbang nan adil. Lebih utama lagi, enak ditonton.

Menurut Ibnu Sambodo dari Kawasaki Manual Tech yang membidangi Kawasaki Fi 250 di AP250, secara aturan AP250 motor yang dikoreknya paling lemah. “Namun itu biasa di balap produksi massal atau yang dijual umum. Merek yang akan menjual belakangan selalu unggul dari yang dijual awal,” sebut Ibnu dari markasnya di Jogja.

Yamaha R25 dan Honda CBR250RR dua produk yang menyusul setelah lama Ninja 250 dijual. Apalagi, CBR250RR yang paling belakangan, sudah pasti speksifikasi dasarnya unggul dari dua kompetitornya. “Tugas promotor untuk mengontrolnya, agar seimbang saat di balapkan,” tambah Ibnu yang mengaku dari sumbu roda Ninja 250 saja, dia  kalah agresif dengan dua lawannya. Itu belum termasuk bobot yang rata-rata lebih berat 7 kg dari R25 dan CBR250RR.

Agar diketahui, dua ronde awal ARRC di kelas Asia Production 250 cc atau AP250 itu, CBR250RR sangat mendominasi, karena kelebihan-kelebihannya. Contoh kecil yang dampaknya besar adalah diameter klep yang lebih besar 1,5 mm dari lawan. Kelihatannya angkanya kecil, tapi itu berhubungan dengan ledakan di ruang bakar. Belum lagi soal bawaan CBR250RR yang suspensi depannya up-side down.

Untuk menyamakan diameter klep, itu sama saja memberi peluang buat R25 dan Ninja 250 mengorek mesin. Boleh dilihat saat IRS ronde dua baru lalu di mana CBR250RR, R25 dan Ninja 250 ketemu. Ketiganya imbang apalagi R25 yang mampu meredam CBR250RR, walau di IRS hanya memperbolehkan mengganti kem dan gigi rasio.

Itu yang dilarang di aturan ARRC alias mesin kudu std, termasuk kem yang di IRS boleh diganti durasinya. “Paling ideal mencari bobot dan tenaga dari semua merek yang ikut. Power-to-weight ratio ini menjadi solusi supaya AP250 adil dan hasilnya imbang untuk balapan. Maksudnya yang unggul diberi bobot tambahan untuk menjadi rata dengan merek lain. Dan itu tugas panitia ARRC,” kata Rudyanto Wijaya dari Yamaha WR TJM yang ikut AP250 ARRC.

Jadi, gimana nih panitia ARRC? Miolo

BAGIKAN