nhk

ARRC Johor 2017 AP250: FP3 Direbut CBR250RR Gerry Salim Asli Serius, Kombinasi Masih R25

Imanuel Pratna
Imanuel Pratna

ManiakMotor – Tidak percuma persiapan sangat, sangat, sengat serius dari segi waktu, tenaga dan sudah pasti juga dana buat pasukan Honda CBR250RR. Lihat saja wajah-wajah para SDM di Astra Honda Racing Team (AHRT). Mereka nggak perlu komentar, cukup foto berbicara dan amati fotonya. Cukup..!

Seksama, fokus, dan yakin. Kira-kira begitu

Ada hasil di FP3 melambung cepatnya Gerry Salim pada Jumat sore 31 Maret 2017 di sirkuit Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Gerry cetak 1:44.849. Wajib diketahui, Gerry tidak sekadar baru dengan motor baru di AP250. Dia ada isinya, pernah berlaga di SS600 ARRC di sirkuit Pasir Gudang. Bahkan di rekor top speed untuk SS600 namanya Gerry masih tertera. Bekas dari 600 cc ini bikin dia enteng dengan CBR250RR. Saat sama si Salim bermain di ATC yang motornya 250 cc spek racing. Komplet kan AHRT menyokolahkannya di AP250.

Nih….

Dari akumulasi Gerry kedua di hari pertama perhelatan ronde perdana ARRC 2017 di AP250 tersebut. Dia masih kalah dengan Anupab Sarmoon yang pakai R25 milik Yamaha Racing Thailand. Anupab yang bukan si nganu itu, catatan terbaiknya 1:44.202 yang dibubuhkan di FP2. Lalu terbaik ketiga adalah Takehiro Yamamoto yang pakai CBR250RR milik Sidrap. Wah sponsor SULSEL nih…

Joshua. Pakar suspensi

Ternyata yang ke-4 dan ke-5 dari akumulasi adalah duet heboh Yamaha Indonesia. Paling tidak rambut Galang Hendra yang keemasan itu, bisa hebohlah di posisi ke-5 dari waktu terbaik FP2. Sedang yang ke-4 adalah Imanuel Pratna. Si El Pratna tercecer di FP1 dan FP2 yang mengaku masih coba-coba berbagai pilihan set-up paket suspensi Traxx-D dan ECU aRacer. Eh pakai aki WR Super Battery juga.

“Di FP3 kembali pada data awal suspensi. Hasilnya ketiga di FP3. Tapi ini masih bisa maksimal lagi dari pengaturan kekentalan oli sokbreker,” janji Joshua Toe Siang Ching, insinyur suspensi dari Singapura yang Traxx-D menyebar pada peserta ARRC.

Prediksi yang mengerti balap, jalannya lomba AP250 ini akan sangat ketat. Catatan yang ada di latihan hanya sekadar gambaran saja. “Selisih 1 detik saja masih bisa melawan. Kamu tahu sendiri, di AP250 dilarang melakukan kesalahan sekecil apa pun dengan kekuatan mesin yang rata. Jadi kalau yang tertinggal 1 detik saat FP mampu memainkan ritme stabil, dia akan berpeluang ke depan juga. Hati-hati, Pasir Gudang sirkuit banyak tanjakan,” prediksi beliau yang saat ini berada di Johor. Disebut beliau, karena sebagaian besar yang terlibat di ARRC belum lahir, beliau sudah mengatur balap motor tersebut.

Berarti layak ditonton dong di race-1 AP250 dari Johor pada Sabtu 1 April 2017. MM

BACA JUGA

Hasil ARRC Johor, Malaysia 31 Maret – 2 April 2017

 

BAGIKAN