nhk

ARRC Johor 2017: Fokusnya AP250, Hubungan Emosional Penjualan Harian

AP250 ARRC

ManiakMotor – Menarik walau AP250 bukanlah kapasitas yang paling besar di ARRC. Ada emosional dengan dirimu, kamu, dan saya. Boleh dilihat jumlah peserta dan paritispasi produsen di Asean bahkan sampai Jepang. Tahun ini dimasuki Honda Indonesia dengan CBR250RR yang sebelumnya ada Yamaha Indonesia dengan R25 dan Kawasaki Indonesia dengan Ninja 250Fi. Minggu ini dari 31 Maret – 2 April 2017, mereka bertarung nama di ronde pertama ARRC 2017 di sirkuit Johor, Malaysia.

Walau dipastikan balapan ini baru sekalangan yang merasa dekat, belum bisa menyamai era bebek yang dulu menggurita, karena setiap rumah terparkir motornya. Untuk AP250 baru kalangan yang telah beli motornya, yang merasa mampu beli dan yang masih bermimpi beli. Tentu juga produsen yang ikut. Apalagi SDM pabrikan yang diutus ke ARRC. Intinya hubungan emosional penjualan pada motor harian. “AP250 memang sesuai dengan nuansa Asia. Motornya juga booming di Asean dan dunia,” sebut Ron Hogg direktur TWMR, promotor ARRC yang punya alasan membuka kelas AP250.

AP atau Asia Production mengingatkan Sport Production (SP) di ARRC sampai awal 2000-an. Bedanya, AP hanya diikuti satu-satunya produsen Indonesia (Yamaha) dengan Yamaha TZM melawan Honda NSR150RR racikan HRC Thailand Juga Kawasaki Thailand yang sampai saat ini teknologinya ada di drag bike Indonesia lewat Ninja 150 RR Super KIPS. Motor-motor itu juga dijual di Indonesia. Bisnis racingnya juga jalan, apalagi era sebelum 1997, kelasnya dikejurnaskan dengan Sport 150 TU.

Naaah… sayang, kejurnas sport 250 cc yang ada di IRS seeri pertama Maret lalu, belum sempat diikuti Honda dengan CBR250RR. Saat launching tim Astra Honda Racing Team pada awal Februari 2017 lalu, kejurnas ini disebut target juga. Yang ada, Honda malah memerintahkan tim-tim yang dikontrak tidak mengikutkan CBR250RR di IRS.

Saat perkenalan jajaran pembalap terbaik AHRT 250 cc itu, memang penguatannya ke ARRC. Nggak main-main dilepas tiga pembalap sekaligus dengan speksifikasi mantap. Bahkan agak mengorbankan Gerry Salim di SS600 yang sebenarnya mulai membaik di ARRC. “Kelas baru bagi AHRT dengan CBR250RR. Tapi dengan pengalaman Gerry, optimis bisa bawa hasil,” ujar Anggono Iriawan, Senior Manager Safety Riding & Motor Sport PT Astra Honda Motor (AHM) saat peluncuran itu.

Jangan tanya pada Yamaha Indonesia soal AP250. Sejak ada tiga tahun lalu mereka langsung ikut dengan formasi lengkap. Bahkan ada tim pabrik lewat Yamaha Factory Racing Indonesia dan Yamaha Satelit-nya. “Jujur saja, AP250 ini selain untuk penjenjangan prestasi, unsur promosinya juga kental. Karena motor R25 yang digunakan selain dijual di Indonesia, produksinya juga dari Indonesia untuk dunia. Kira-kira sama dengan target ikut underbone 150 dengan MX-King,” sebut Wahyu Rusmayadi manajer YRI.

Semoga semakin banyak emosional manusia pada ARRC, agar perang kelas ini kian dikenal. Bukan hanya Yamaha dan Honda, Kawasaki Indonesia juga ada wakilnya di AP250 lewat Kawasaki Manual Tech dengan pembalapnya M. Fadly menggunakan Ninja 250FI. Singkat cerita, tetap saja ujung-ujungnya bisnis bro. Miolo

BAGIKAN