nhk

ARRC: Kiprah Proliner Di Balapan Asia, Knalpot Juara..!

ManikMotor – Lengkap sudah, predikat knalpot buatan Cikupa, Tangeran, Banten tersebut. Itu dia knalpot Proliner, knalpot balap motor Asia. Itu setelah para juara menggunakan knalpot tersebut saat ditentukan di ronde akhir ARRC di sirkuit Buriram, Thailand 29 November – 1 Desember 2019. Tiga teratas klasemen UB150 semuanya menggunakan Proliner. Belum lagi, Proliner punya nama tim Proliner 549 Kaboci Racing Team dari Indonesia di kelas tersebut.

Andai saja pembalap Filipina yang bernama McKinley Kyle Pasz (UMA Racing Yamaha Philippina) nggak juara umum, “Tetap saja juaranya akan jatuh pada pengguna knalpot Proliner. Sebenarnya yang calon juara sebelumnya MD Akid Aziz (UMA Racing Yamaha Maju Motor), tapi dia nggak finish dua race. Dia juga pakai knalpot Proliner,” papar Rio Tan dari PT Enwan yang memproduksi Proliner di Cikupa tadi yang tentu saja di Indonesia.

Itu buktinya, Proliner adalah knalpot sungguhan di balap motor. Pipa pelepas gas buang ini mampu mengikuti korek-mengorek mesin tingkat dunia. Para insinyurnya mampu menciptakan knalpot sesuai tuntuntan balap yang lebih tinggi dari nasional. Karena nasional juga, nyaris semua tim papan atas menggunakan knalpot ini.

Proliner 549 Kaboci Racing

Knalpot Proliner dibuat dengan robotik membuatnya dipercaya untuk membantu kekuatan mesin. Rancangannya yang terkenal dengan presisi pada krucut yang memang dibutuhkan untuk sebuah knalpot. Bukan hanya untuk balap, knalpot harian juga begitu. Nah, Proliner punya alat dan SDM yang terbiasa menerapkannya.

Makin sukses, karena di ronde akhir itu, tim Proliner 549 Kaboci juga juara race-2 di UB150 lewat Richard Taroreh. Tim ini memperkuat image akan serbuan Proliner ke balap motor internasional. Dan tim ini menjadi salah satu tim periset langsung di sirkuit yang tak terbantahkan masuk-masukannya.

Di ronde akhir kemarin misalnya, mereka membawa Proliner TR2 yang karbon, “Dan di race-2, kami menggunakan Proliner TR2 yang sedikit revisi dari race-1. Itu pamungkas yang kerucutnya lebih besar menuju silincer yang karbon,” kata Achos de Lalang, kepala kru Proliner 549 Kaboci Racing.

Mantap dan teruskan, produksi Indonesia di balap motor dunia. MM

BACA JUGA

Hasil Final ARRC (Asia Road Racing Championship) Buriram, Thailand 29 November – Desember 2019

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353