nhk

ARRC Qatar 2013; QTT Bebek, Rpm Edge Gupita Melambung Tinggi, Harlan Melorot

 

ManiakMotor – Kawasaki Edge bila ketemu sirkuit yang panteng terus peluangnya selalu saja ada. Basis mesinnya memang untuk itu. Seperti Edge yang dikorek Ibnu Sambodo lalu dinaiki Gupita Kresna di sirkuit Losail, Qatar, saat QTT Underbone 115 cc yang keluar tercapat di sesi yang berlangsung Jumat malam 22 November 2013 tersebut.

Gupita hadir di sana dalam rangka seri penutup Asia Road Racing Championship 2013. So pasti punya, Edge-nya unggul pada kitiran tinggi dari musuh-musuhnya. Menang rpm tinggi sama dengan top speed jalan. Apalagi bek bermain di Losail, tinggi melulu rpmnya bukan hanya  di trek lurus Losail yang mencapai 1 km, tapi juga di tikungan. Lha wong tikungannya didesain buat MotoGP kok.

 Kalau bebek di situ, pembalap hanya bertugas  membelokkan setang dan gas dipanteng terus. “Sejak ikut ARRC di kelas bebek, kompresi Edge tidak lebih dari 13:1 di Losail. Sebab, sejak awal ARRC memakai bahan bakar oktan 95. Bebeda bila di trek lebih kecil atau dadakan, bisa saja tinggi-tinggian kompresi. Di trek besar, malah tinggi-tinggian rpm yang dicari. Dan itu jadi tugas CDI Rextor sekalian menurunkan kompresi dibanding di IndoPrix,” kabar Ibnu yang jadi pawang Kawasaki Manual Tech, tempat Gupita membalap.

Tinggi-tinggian putaran mesin, Edge di atas angin. Langkah torak motor ini jauh lebih pendek dari dua musuhnya Honda dan Yamaha. Spek torsi bawaan Edge memang didapat di putaran tinggi. Ya, makin mudah disetel untuk tinggi-tinggian gasingan seperti di Qatar. “Namun catatan 2:37.054 di QTT ini masih kurang tajam dibanding tahun lalu,” lapor Gupita.

Sementara, Hadi Wijaya calon pencetak sejarah baru di kelas bebek ARRC cukup anab di posisi kedua. Ia sudh unggul 30 poin dari Ahmad Afif dari Malaysia yang menguntitnya. Di race-1 nanti bila Hadi d idepan Afif, ya sudah, Hadi mencetak juara tiga kali berturut Underbone 115 cc di ARRC. Prestasi belum pernah dicetak siapa pun saat ARRC dibikin.

Andalan Indonesia lain di Bebek 115 cc, Harlan Fadhillah di QTT ini hanya ke-7. Pembalap yang membela Pertamina Enduro Nissin BRT tersebut, mengalami kendala pada setelan di top speed. “Serba salah, bila final gear dibikin  berat, di tikungan tertentu kalah akselerasi,” jelas Harlan.

Nah kelas-kelas yang lain silakang lihat hasil saja. Yang pasti prestasi terbaik hanya ada di bebek. Ito

BACA JUGA

Hasil ARRC Qatar, Semua Sesi, 21 – 23 November 2013

ARRC Qatar 2013; Latihan Underbone Gupita Tercepat, Hadi Bikin Sejarah, Harlan Gimana?

 

 

 

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353