nhk

ARRC Sentul 2016 Race: Yamaha YZF-R25 Imanuel Pratna Top Performa, Ini Rahasianya

arrc-sentul-evaluasi

ManiakMotorDiantara pembalap Indonesia yang  bertarung di kelas AP 250 ARRC Championship Seri 4 di sirkuit Sentul, Bogor (6-7/8), Imanuel Putra Pratna (Yamaha Traxx-D TJM Bien Racing) boleh disebut lakon utama. Penampilannya, baik di race 1 maupun ke-2  membuat  penonton tegang bercampur cemas . Peluang naik podium di depan mata, tapi kandas justru di akhir lomba. Tuh, apa nggak gemes!

Terutama di race 2, beberapa kali Imanuel memimpin lomba. Bahkan di lap terakhir ke luar tikungan akhir, jebolan VR46 Riders Academy, Italia ini kalah cepat 0,059 detik sama Yusuke Nakamura saat

 menyentuh garis finish. Lebih menggemaskan lagi, di race 1. Bersama tiga pembalap lain berusaha merebut posisi pertama. Sayang, manuvernya terlalu berani sehingga keluar tikungan terlalu melebar. Ngerti dong, ketiga podium pun lepas dari Imanuel.

“Drama lap terakhir sebagai penentu, El –sapaan akrab Imanuel – masih kalah pengalaman. Overall, pasca ikuti The Master Camp di VR46 Riders Academy, ada peningkatan mental dan skill. Konsisten pada racing line dan riding style mulai menyatu. Juga lebih berani dan agresif,” puji Supriyanto, Manajer  Motor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Performa Yamaha R25 yang dibesut Imanuel ikut mendukung, terutama daya tahan. “Sejak sesi kualifikasi mesin aman-aman saja, padahal beberapa tim sempat jebol yang dipicu kualitas bahan bakar. Tuh, di race 2 bisa best lap dengan 1:45.248 detik,” yakin Hawadis, chief mechanic tim yang bermarkas di Serang, Banten itu.

Hawadis bilang yang penting adalah kecermatan baca data dalam fine tuning, termasuk gejala detonasi yang dipicu oleh masalah bahan bakar di race ini. Hawadis bilang mengatur kompresinya bertahap. Bahkan sempat diturunkan menjadi 12.7:1. Hitungannya selain bahan bakar nggak kuat, juga daya tahan.  

Dia juga bilang gejala detonasi bisa dilacak dari data temperature. “Memang belum ada sensor knocking, tapi bila semua normal, temperatur naik, artinya ada gejala detonasi,” kata Hawadis. Lalu solusinya? “Mapping jadi solusi dengan menurunkan ignition timing 1 derajat. Di gigi 5 – 6, juga arus udara dikurangi 25 persen dari ECU aRacer RC2 Super,” timpal Mr. Leon Candra, penanggung jawab mapping. Leon mengaku agak terlambat mempelajari ECU aRacer yang punya kelebihan setiap giginya bisa disesuaikan arus bahan bakarnya. Maksudnya, dibanding Yamaha Thailand, R25 Imanuel baru seri ini pakai mendalami aRacer RC2 Super. 

Semua data tadi terbaca lengkap pada feature ECU aRacer RC2 Super. Oleh Ivan Prasetyo, teknisi aRacer dijelaskan setting AFR (Air Fuel Ratio) pada angka 12,4:1 dengan pertimbangan kelembaban dan cuaca. Oke, masih ditunggu sukses podiumnya El. Ardel

 

BACA JUGA

Hasil ARRC Seri 4 Sentul, Indonesia 5 – 7 Agustus 2016 

ARRC Sentul 2016 SAC :Jefri Tosema Lengkapi Prestasi Pembalap Indonesia  

ARRC Sentul 2016 ADC : Febriansyah Hebat di Race 1, Melempam di Race 2 

ARRC Sentul 2016 Race SS600: Gerry Salim Hebat, Indonesia Seharusnya 1-2-3 

ARRC Sentul 2016 Seri 4: Wahyu Aji Tampil Cemerlang Libas Duo Malaysia 

ARRC Sentul 2016 Seri 4: Awas! Honda Beri Sinyal Ikut Kelas AP250

 

BAGIKAN