nhk

ARRC Sentul 2016 Seri 4: Gelaran Usai, Ini Catatan Penting

arrc-sentul-evaluasi

ManiakMotor Gelaran ARRC Championship Seri 4 di sirkuit Sentul, Bogor (6-7/8)  usai sudah. Tak berarti,  tarik selimut dan tidur nyenyak. Ada banyak pelajaran yang mesti diperbaiki kalo ingin penyelenggaraan tahun depan lebih sukses. Lebih utamanya, untuk kepentingan pembalap Indonesia.  Namanya pelajaran, ya pasti tentu banyak manfaatnya dari pada mudaratnya.

Ahmad Jayadi, sebagai salah satu legenda balap tanah air melihat dari berbagai sudut pandang. Terlepas dari cerita miring macam kondisi trek, kualitas bahan bakar sampai cerita berantakannya schedule lantaran terganjal h bea cukai (baca : custom). “Pembalap, pabrikan, pemerintah, sponsor, IMI bisa belajar dari kesempatan ini. Antusiasnya penonton  tanda bahwa balap motor salah satu aset yang punya nilai jual,” kata Adi – begitu mantan pembalap itu disapa – dan Adi juga generasi awal yang ikut ARRC full series pertengahan 90-an. Saat itu dia dibawa oleh Yamaha Racing Indonesia. Adi ini menonjol di underbone 110 dan 125 cc saat itu.

Tak kalah penting, lanjutnya, menyoal polapembinaan untuk melahirkan rider potensial yang punya prestasi mendunia. Gerry Salim boleh jadi contoh. “Bahwa apa yang dia tunjukan di dua race SS600 udah sesuatu bangat. Tidak mudah dan bukan instan, walaupun tidak boleh berpuas diri. Butuh lebih kerja keras untuk naik level,” nilainya.

Perihal, Indonesia belum berhasil di kelas AP250, menurut pengamatannya tinggal soal keberuntungan saja. Tetap semangat. “Lagian kelas ini kan baru dua tahun berjalan. Dibanding SS600 di era saya balap saja sudah ada,” sebut Adi.

Itu soal pembalap, sisi penyelenggara? Rumor yang beredar, promotor kudu keluar duit ratusan juta rupiah biar urusan beres. Jadwal latihan bebas (5/8) molor lantaran ban Dunlop yang dipakai peserta terlambat datang  tertahan di pelabuhan. Ron Hogg selaku promotor dari TWMR pernah bilang kalo di Indonesia itu paling tinggi soal biaya. Tapi toh, Indonesia tetap masuk dalam agenda mereka dengan penjualan motornya.

Itu artinya, Indonesia potensi bagi balapan bergengsi di level Asia ini. Hendaknya, event sseperti IRS bisa dibuat meriah seperti ARRC.  “Apalagi bisa kerjasama dengan pabrikan dalam kaitannya siaran langsung di televisi. Ini yang bikin balapan punya gengsi macam beberapa tahun lalu,” timpal Andi Akai pemilik tim Akai Jaya asal Palu yang datang ke Sentul mensupport Jr Deden yang ikut di AP250 sebagai wild-card“Dua hari kami bikin nonton bareng di Palu. Ada prestise, pembalap daerah bisa main level Asia,” ungkapnya.

Mantap! Ardel

 

BACA JUGA

ARRC Sentul 2016 Race: Yamaha YZF-R25 Imanuel Pratna Top Performa, Ini Rahasianya

ARRC Sentul 2016 ADC : Febriansyah Hebat di Race 1, Melempam di Race 2

ARRC SENTUL 2016 RACE : Bahan Bakar Tranding Topic, 11 Mesin Jebol

Hasil ARRC Seri 4 Sentul, Indonesia 5 – 7 Agustus 2016

BAGIKAN