nhk

ARRC Sentul, Gengsinya Di Supersports 600 cc

 


ManiakMotor – Supersports adalah kelas paling tinggi, pasti bergengsi di PETRONAS Asia Road Racing Championship (ARRC). Biasa, kapasitas besar selalu jadi unggulan dan dinanti setiap event.  Pungkas balapan ARRC ada di 600 cc. Kelas ini diikuti empat pembalap Indonesia full seri ARRC 2012. Mereka  tuan rumah di seri 2 di Sirkuit Internasional Sentul, 17 Juni 2012 ini. Yakni, M. Fadli, Sudarmono, Rafid Topan, Dimas Ekky Pratama dan terakhir Doni Tata sebagai wildcard.

Silinder besar, suara menggelegar terasa sampai jantung,  disusul tenaga gambot. Nah itu tugas joki menjinakkannya.  “Bararti, pembalap juga harus ‘kencang’ keahliannya. Bayangkan, supersports dalam 500 meter mencapai  260 km/jam,” jelas Eddy Saputra, pemilik Yamaha Yamalube ASH yang menurunkan Sudarmono di kelas ini.

Standar showroom, Supersports 600 cc rata-rata 120 dk. Peraturan di ARRC boleh ganti kenalpot dan radiator, karena kelasnya stocksport. Juga boleh pakai 2D alias Two D yang dibaca tudi. Komposisi itu, bikin tenaga melonjak 20 persen dari bawaannya. Itu sama dengan 7 kali tenaga underbone di IP yang rata-rata dapat 21 dk.

Keterampilan pembalapnya juga harus meningkat 7 kali dari membawa bebek.  Itu namanya jenjang, bos. Penjejangan seperti yang banyak diceritakan! Dari naik bebek, didaulat naik sport yang orang bule bilang full frame. “Kelas 600 cc ada tiga tingkat. Ada superstock, stocksport dan supersports. ARRC pakai yang di tengah atau stocksports,” jelas Ron Hogg dari TWMR, promotor ARRC.  

Amati veteran joki Jepang berseliweran di paddock tim Thailand dan Malaysia. Fungsi mereka sebagai instruktur. Di Yamaha Hong Leong, ada Youchi Ui (mantan jagoan GP125 era 90-an) spesial pakai telor hanya memoles Mohd Zamri Baba. Zamri kian mahir bermain 600 cc, karena ada gurunya. Belum Ryuichi Kiyonari yang dikontrak Musashi Boon Siew Honda Racing Malaysia (MBSHCM). Mantan jagoan MotoGP dan WSBK itu, mengajari Azlan Shah Kamaruzaman.

Pembalap Indonesia yang beruntung hanya M.Fadli. Dia ikut Kawasaki Manual Tech BEET yang satu tim dengan Katsuaki Fujiwara. Ini pembalap sikit-sikit ajari Fadli. Sedang pembalap Indonesia lain, ya, tergantung orang di kiri-kanannya yang hanya bisa suruh kencang dan kencang. Pembalapnya kalah, ya dapat omelan. Padahal mereka sudah mati-matian, namun seperti mengejar angin karena minim  jurus. 

Asal kencang tidak tahu caranya sama saja bo’ong, pak. Miolo

BERITA TERKAIT:
Hasil Semua Sesi ARRC Sentul, 15-17 Juni 2012
ARRC Sentul Race-1 Underbone, Indonesia 1-3
ARRC Sentul Race-1 Asia Dream Cup, Muis Ke-3
ARRC Sentul QTT Asia Dream Cup, Denny Mengejar Mimpi
ARRC Sentul QTT Supersports 600 cc, Mereka Yang Punya Guru
ARRC Sentul QTT Underbone, Malaysia Bikin Catatan Baru Di Sentul..?
ARRC Sentul, Hanya Topan Yang Bisa Atasi ADC
ARRC Dan Kilas Baliknya Di Sentul
ARRC Sentul, Bebek Malaysia Gentar Pada Wildcard
Underbone ARRC Sepang, Rey Penyelamat
Race-2 600 cc ARRC, Fadli Dan Topan Tabrakan
Juara Asia Dream Cup Jaminannya 3 Wildcard Moto3
Hasil Lomba ARRC Malaysia, Indonesia Gatot

 


 


 

 

 

BAGIKAN