nhk

ARRC Sentul, Hanya Topan Yang Bisa Atasi ADC

 

ManiakMotor – Seyem baca speksifikasi peserta Asia Dream Cup (ADC) di PETRONAS Asia Road Racing Championship. Paling tua umur mereka 20 tahun, tapi telah melalang buana pegang mesin liar prototipe.

Di Indonesia, hanya Topan (17 tahun) yang bisa atasi segi umur. Kalau skill, Topan kudu serius melatih kebugaran tubuhnya. Jika tidak? Almarhum Meggy Z lagi, pedangdut dengan hits-nya Jatuh Bangun.

Balap ADC sejenis one make race Honda CBR250. Secara syarat, Topan tidak mungkin ikut, karena dia joki Yamaha. Kirain bisa? Wee… yang dimaksud juga bukan Rafid Topan. Tapi angin topan yang bisa mengalahkan para jagoan itu. Becanda bro!

Maklum, web baru dan reporternya juga masih belajar. Jadi, yang berhak ke ADC, pembalap yang diutus Honda seperti Denny Triyugo dan Iswandi Muis yang umurnya sama-sama 24 tahun. Untuk dapat wildcard  ke Moto3 yang dijanjikan ADC, keduanya harus peras otak dan otot. Itu kalah masih ada yang diperas…

“Ada tiga wilcard. Ukurannya bukan hanya juara, tetapi juga mental, disiplin dan kemandirian,” kata Anggono Iriawan, manajer motorsport Astra Honda Motor. Ya, mudah-mudahan bisa dipilih dengan KKN seperti kebiasaan Indonesia. Kalau panitia keberatan, tarik saja sponsor One Heart di MotoGP. Gampang kan…

Hiroki Ono adalah pemimpin klasemen ADC, di umur 14 tahun, sudah dua  besar di seri A Suzuka Racing Series GP125 Champion. Di All Japan Championship 2008 (AJC) dan 2009 dia juaranya.  Tahun lalu, dia  memperkuat  Team Careta Technology ikut GP125 di kejurnas Italia, masuk lima besar. 

Ikut GP125 dunia di sirkuit Losail 2011, ke-8. “Ke ARRC dan ikut ADC, karena janji wildcard ikut penuh tahun berikutnya di Moto3. Saya punya nama di Eropa, tapi saya tinggal,” kata Ono.

Atau Hiraki Okubo yang selalu menempel Ono di AJC. Setelah ditinggal Ono 2011, Okubo yang 19 tahun itu, penguasan AJC di JGP3 atau Moto3 versi Jepang. Dia pun pernah dapat wildcard GP125 di negaranya.

Disusul Apiwat Wongthananon, 19 tahun. Pembalap Thailand ini, dari segi prestasi ‘mungkin’ bisa dikalahkan. Apiwat pernah juara kejurnas Supersports Malaysia di 600 cc junior dan superbike Thailand. Ada juga Joshua Hook dari Australia yang pernah ke-5 di Red Bull Academy 2011. Walah, berat ya…

Bandingkan dengan Muis dan Triyugo. Jam terbang Triyugo lebih bagus dari Muis, lantaran pernah ikut penuh ARRC 2010 dan 2011. Tapi pengalaman keduanya hanya di  bebek. “Balap masih terus berlangsung. Seharusnya ada kesempatan di Sentul sebagai tuan ruam,” yakin Triyugo.

Harusnya sih. Adib

BERITA TERKAIT:
Hasil Semua Sesi ARRC Sentul, 15-17 Juni 2012
ARRC Sentul, Gengsinya Di Supersports 600 cc
Catatan ARRC Sentul. Mekanik Jadi ‘Buta’ Tanpa Input Pembalap
ARRC Sentul, Suspensi Yang Mendorong Sudarmono
ARRC Dan Kilas Baliknya Di Sentul
ARRC Sentul, Bebek Malaysia Gentar Pada Wildcard
Underbone ARRC Sepang, Rey Penyelamat
Race-2 600 cc ARRC, Fadli Dan Topan Tabrakan
Juara Asia Dream Cup Jaminannya 3 Wildcard Moto3
Hasil Lomba ARRC Malaysia, Indonesia Gatot
Hasil QTT ARRC Malaysia, Hadi Wijaya Ke-1

 

 

 

 

BAGIKAN