nhk

Catatan ARRC Sentul. Mekanik Jadi ‘Buta’ Tanpa Input Pembalap

 

ManiakMotor – Di sela AARC Sentul 17 Juni 2012, berjumpa Kerry Hutama yang sedang mencermati segepok lap record dari pembalapnya. Sambil sesekali membetulkan gagang  kaca matanya agar tulisan tangan crew CMS terbaca olehnya. Kerry ini mekanik kawakan yang sekaligus sebagai team manager Champion Motor Sport yang punya jam terbang panjaaaang di balap road race nasional. Dia juga yang tercatat sebagai pembalap generasi awal terdaftar di ARRC. Dia atas nama CMS atau non pabrikan alias perorangan.

“Banyak pembalap sekarang, bisanya ngegas doang,” ujarnya pelan tapi penuh arti, mirip master kungfu ketika bicara dengan murid-muridnya.Sebelum saya sempat mengomentari, dia menambahkan, maksud ngegas doang adalah tidak bisa memberi input pada mekaniknya.

“Mereka sering bilang, motornya kurang kenceng atau mengeluh, suspensinya enggak enak,” katanya. Keluhan pembalap itu tanpa diberi penjelasan, enggak kencangnya seperti apa, atau enggak enak suspensinya bagaimana. “Mekanik jadi buta dengan kondisi settingan motor.”

Motor bisa kenceng bukan cuma karena mesin. Tapi setelan suspensi depan dan belakang sangat penting. “Mau dikasih mesin sekenceng setan, kalau suspensi enggak bener, motor enggak bisa kenceng. Akhirnya bancai juga,” lanjut Kerry sambil mengupas jeruk import yang kecutnya minta ampun itu. Emangnya  setan kenceng ya kalo jalan?Istilah Kerry mengingatkan soal kangtawcacing bancai, pucing waa, dan pasar senggol, generasi dia yang mempopulerkan istilah itu di balap motor Indonesia. Maaf, tapi itu hanya becandaan, loh..

Bagaimana bisa kenceng jika mau masuk tikungan motor liar lebih dulu, pas di tikungan motor bergoyang-goyang dan pas keluar tikungan, arah motor susah diatur. “Gak bakal bisa mencetak waktu bagus,” uajr Kerry seraya menyeruput air mineral untuk meredakan tenggorakannya dari  kecut jeruk import tadi.Wah, seger lagi…

Kerry bilang, yang mengerti suspensi terlalu keras atau terlalu lembek ya pembalapnya. Dan informasi ini harus bisa disampaikan sedetilnya. “Jika merasa terlalu keras, bisa dilembutkan. Sebaliknya jika terlalu empuk bisa dikeraskan. Merasakan itu memang butuh instuisi yang tinggi. Jadi, pintarnya pembalap bisa dideteksi dari situ. Bukan hanya jago meliuk-liuk.”

Pembalap cukup merasakan gelagat motor saat di tikungan dan gas dibuka. “Motor geradakan, tanda suspensi belakang terlalu keras. Rebound tinggal diturunkan supaya ada ayunan,” teorinya. Gampang nyeting-nya. Bukti setelan ini benar atau tidak, kelihatan dari bentuk fisik ban. Pinggirannya geradakan jika setting kurang tepat.

Setelan itu harus sinkron dengan suspensi depan. Pasalnya ketika gas ditutup dari kecepatan tinggi saat akan masuk tikungan, semua bobot ‘pindah’ ke depan. Jika sokbreker depan keempukan, motor menukik terlalu dalam dan menyebabkan sulit mengontrol gerakan roda belakang.

Itu sebabnya, Kerry rada sensi soal tekanan angin ban. Yang depan selalu lebih keras 2 angka dibanding belakang, meski ukuran ban belakang lebih besar dan logikanya perlu lebih keras. Depan 30, belakang 28 atau 29.

Jadi, tahapan pembalap di Supersport, lebih baik mengerti setelan suspensi saja dulu. Mesti bisa merasakan suspensi dan memberi input ke mekanik. Dengan memberi masukan yang benar, catatan waktunya bisa turun 1 detik setiap putaran.

Step kedua, pembalap baru ‘berhak’ mengeluh tetang mesin. Ini pun juga harus diinformasikan ke mekanik dengan benar dan akurat. Apakah respon akselerasi lambat, atau putaran mesin kurang bisa ‘teriak’ atau soal  top speed nya dirasa kurang pol. Pendek kata, hanya dengan input akurat,  pembalap hebat, pasti prestasi mencuat. Gampang kan, itu kalau baca maniakmotor.com, bro. Yon

BERITA TERKAIT:
ARRC Dan Kilas Baliknya Di Sentul
Hasil Semua Sesi ARRC Sentul, 15-17 Juni 2012
ARRC Sentul 600 cc, Berebut Gelar Tanpa Tanding
ARRC Sentul Race-2 Bebek, Hiiiiiidup Hadi..!
ARRC Sentul Race-2 ADC, Denny Ke-2
ARRC Sentul Race-1 Underbone, Indonesia 1-3
ARRC Sentul Race-1 SuperSports, Kiyonari Asli MotoGP, Indonesia Ke-6
ARRC Sentul Race-1 Asia Dream Cup, Muis Ke-3
ARRC Sentul QTT Asia Dream Cup, Denny Mengejar Mimpi
ARRC Sentul QTT Supersports 600 cc, Mereka Yang Punya Guru
Honda Tidak Ajak Owie Ke ARRC
Kurcaci 11 Tahun Ikut Underbone 115 cc ARRC
ARRC Minggu Ini, Munculnya Singa Arena



BAGIKAN