nhk

ARRC Sepang 2019: Kiprah Pembalap Proliner 549 Kaboci, Sial Saja..!

Richar Taroreh dan Robby, ARRC 2019
Robby dan Richard

ManiakMotor – Ah Proliner 549 Kaboci Racing Team hanya sial saja di ronde 6 ARRC Sepang, Malaysia. Dua pembalap dan timnya sebenarnya sudah lebih siap dengan membawa agenda riset yang sudah dianggap mumpuni. “Tapi namanya balap, kan ada saja yang bisa menghalangi untuk juara,” kata Rio Tan, menajer teknik PT Enwan yang memproduksi knalpot Proliner.

Dari qualifiaksi kedua pembalapnya, Robby Sakera dan Richar Taroreh ke-5 dan 6, layak masuk superpole. Saat race 1 pada Sabtu 21 September 2019, juga punya kans sesuai kecepatan motor yang masuk superpole. Pokoknya rombongan depan di UB150 isinya mereka yang superpole bro.

Tersereh pembalap jatuh duluan.

“Sebenarnya superpole itu hanya syarat untuk grid. Kalau bebek yang saya perhatikan sampai urutan 21 kualifiaksi saja, bisa berpeluang juara. Bukti, yang nggak masuk superpole saja, bisa podium. Artinya, motor kami melawan. Hanya sial dan pembalap selanjutnya harus lebih tenang dan konsentrasi,” timpal Achos de Lalang, kepala mekanik sekaligus pengatur tim Proliner 549 Kaboci.

Yang disebut sial di race-1, dua pembalap Proliner 549 Kaboci terhalang dan akhirnya ikut jatuh dari penyebab pembalap lain yang jatuh. Sialnya keduanya jatuh bersamaan pada insiden saat itu juga. Di race-2 juga demikian, Richard dan Robby jatuh diakibatkan pembalap lain yang jatuh di depan mereka. Sial kan…!

Namun Rio Tan bilang mengambil pelajaran pada kesialan tersebut. “Untung juga yang juara dua race di UB150 masih yang menggunakan knalpot Proliner. Kan juaranya dari UMA Racing Maju Motor Team Asia, mereka pakai knalpot Proliner. Itu sejak lama,” tutup Rio dari Sepang, Malaysia. Raider

BACA JUGA

Hasil ARRC Sepang, Malaysia 20 – 22 September 2019

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353