nhk

ARRC Thailand 2015 (Seri 6): Gebrakan Yamaha Finson Dengan Yamaha YZF R25

 

 

ManiakMotor – Setting geometri rangka, suspensi dan kecermatan mengolah data logger dengan teknologi 2D adalah gemboknya. Kalau disebut kuncinya, sudah biasa. Begitu yang disebut Eddy  Saputa, owner Yamaha Finson Racing) pada performa Yamaha YZF R25 Kasma Daniel Kasmayudin. Saputra memang orang hobi yang gemar berkutat dengan 2D. Alat ini untuk memperbaiki kinerja motor sekaligus jokinya. Doski sangat teliti di situ. “Sejatinya suspensi  peran utamanya, hehe. Iya Ohlins,” kata Saputra.

Wah kalau suspensi sih dagang tuh. Maklum, Saputra pemegang merek Ohlins di Indonesia. Itu R25 si Kasma yang baru  15 tahun  pakai Ohlins depan belakang. Tentu ditambah hasil kolaborasi teknisi Indonesia, Jepang dan Australia. Makanya, Kasma boleh bertempur ke depan denan motor yang empuk kaki-kakinya dengan mesin ada ototnya di  seri pamungkas Asia Road Racing Championship (ARRC) di Chang International Circuit, Buriram, Thailand (3-6/12).

Korekan mereka sudah naik podium pada kelas Asia Production (AP) 250 cc di Losail, Qatar saat seri 5. Karenanya, race 1 dan race 2 di Chang, Kasma yang start dari grid 9 enak sekali sodok-sodok barisan depan. “Kalau saya analisa memang kelebihannya pada suspensi. Pembalapnya nyaman menikung. Tapi pengalaman dan mental tarung Kasma harus terus diasah,” nilai Hawadis, mekanik tim satelit Yamaha TJM yang serius amati progress pembalap yang bermula dari kejuaraan underbone di Malaysia itu.

Race 2 memang Kasma banyak diganggu pembalap Thailand. Bahkan kadang-kadang dicungkil dari arah dalam racing line. Ya terpaksa Kasma yang sudah tiduran menikung, harus bangun lagi. “Itu kami protes! Gaya main mereka dianggap membahayakan, itu sudah sejak seri Qatar lalu. Protes diterima, pembalap Thailand kena sanksi tambahan waktu dan Kasma naik ke urutan ke-4,” ujar Saputra yang minta disebut Pak Haji, eh maksudnya sudah bisa disebut Pak Haji karena sudah berkali-kali ke Mekah.

Kasma memang terbaik dari para penunggang R25 sepanjang seri ARRC 2015. Dia finish ke-6  di klasemen.  Pencapaian yang jempol mengingat lima pembalap di atasnya adalah rider yang lebih berpengalaman. Andai regulasi bobot sudah seperti seri 5 dan 6, bukan tak mungkin R25 bisa bicara lebih tinggi lagi. Padahal ini motor baru yang minim komponen saling silang untuk menambah daya tahan dan performa.

“Awal-awal seri kendalanya pada distribusi bobot lantaran pemberat tambahan. Suspensi juga. Berikutnya coba pakai Ohlins dan diizinkan oleh principal Jepang. Nah dari situ mulai berani lawan. Suspensi itu pengaruhnya besar, maka kita coba koreksi dari data logger 2D. Dari situ bisa dievaluasi, penyesuaian riding style dan set-up bodi motor,” tegas Saputra seraya menegaskan soal performa juga disupport oleh teknisi YMC (Yamaha Motor Company).

YMC fokus pada pemetaan atau mapping engine lewat ECU karya YMC. Ini jadi bagian yang takk bisa dianggap enteng. Ya, karena memang otak elektrikalnya ada di situ. “Secara basic power sama dengan beberapa R25 di Yamaha Factory Racing Indonesia dan satelit. Ada perbedaan di racing muffler (Sakura) sesuai dengan karakter rider. Tapi hasil dan evaluasi setiap seri selalu di share,” tutupnya Saputra saat bercerita di loby hotel tempat menginap rombongan ARRC untuk seri 6 di Buriram ini.

Yamaha Finson aslinya Yamaha Jepang yang menunjuk Saputra sebagai pemimpin. Jadi ini tim multi ras. Karena bosnya Indonesia, ada beberapa mekanik dari negeri kita. Ada yang dari Jawa, Padang dan bahkan Batak. Lalu bergabungnya teknisi Australia. Ada juga Swedia yang khusus Ohlins. Tentu saja dari Jepang langsung dari YMC yang khusus berkutat dengan elektronik. Pembalapnya adalah Brandon Paul (Australia) dan Kasma sendiri dari Malaysia. 

Terus yang nulisnya dari Banjarnegara sampai ke Thailand. Makanya bilang kapunka, dong… Ardel

BACA JUGA

Klasemen Dan Kejuaraan Tim ARRC 2015

Hasil ARRC Seri 6 Thailand 3 – 6 Desember 2015

ARRC 2015 Thailand (Seri 6) UB 130/AP 250/SS 600, Yudhis Galau Nggak Diprogram Ke Moto2, R25 Menunggu

ARRC 2015 Thailand (Seri 6): Yamaha Factory Racing Indonesia, Tahun Pertama Pondasi R25 Dan Pembalap

ARRC 2015 Thailand (Seri 6); UB 130, Back 2 Back Champion, Gupito Krisna, Sejarahnya Kawasaki

BAGIKAN