nhk

ARRC Thailand 2016 Race-2 SS600: Kita Memang Harus Belajar Banyak

ManiakMotor – Kelebihan pemain luar itu, termasuk Malaysia dan Jepang sekarang, nggak capek-capeknya timpa-timpaan. Maksudnya salip-salipan sepanjang lomba. Jantungnya kuat menghadapi tekanan. Cara pegang motor juga bukan beban buat mereka. Harus dipelajari apa kiatnya?

Kelihatannya kelemahan pemain Indonesia adanya di situ. Bukan hanya di supersports 600, tapi kelas-kelas andalan lainnya. Macam race-2 Supersports 600 di sirkuit Chang Buriram Iternasional di Thailand, Ahad 8 Mei 2016, HA Yudhistira yang sempat memimpin yang akhirnya ‘kendur’ karena timpa-timpaan sepanjang balapan.

Maksudnya dalam satu lap saja bisa empat kali saling ganti posisi. Yudhis awalnya bisa melayani permaian yang sudah bermacam jurus menyalip tersebut. Tapi makin bertambah jumlah lap, Yudhis ‘mengalah’. “Sebanarnya bukan mengalah, tapi memang motor Yudhis mati mesinnya. Masalahnya soal elektrikal,” kata Ibnu Sambodo, pawang Kawasaki Manual Tech tempat Yudhis membalap.

Tapi untuk kelas Indonesia cara bermain Yudhis yang berani saling overtake ya harus ditur yang lain. Kalau mau tanya-tanya lebih lanjut, kebetulan di ARRC tahun ini ada para mantan pemain Moto2 dan MotoGP. Nggak ada salahnya belajar pada mereka. Tanya saja, kok nggak bosan-bosan salip terus dan disalip lagi. Macam Anthony West, pemain Australia yang tahun ini ikut ARRC SS600 atau Yuki Takahashi, dan yang paling segar adalah Azlan Shah Kamuzaman yang ikut Moto2 tahun lalu.

Ya sudah sampai di situ dulu ceritanya, nggak ada pemain Indonesia yang podium. Dan kita, ya kita semua, termasuk kamu, harus belajar banyak. MM

BACA JUGA

Hasil ARRC Thailand (Seri 2) 6 – 8 Mei 2016

ARRC Thailand 2016 Race-2 AP250: Ak.. Ak… Akhirnya R25 Galang Hendra Podium Juga

ARRC Thailand 2016 Race-1 Dan 2 UB 130, Indonesia Juara

ARRC Thailand 2016: Race-1 SS600, Jangan Sampai Belajar 100 Tahun, Hasilnya Di Situ Saja

ARRC Thailand 2016 Race AP250: Galang Hendra Ke-4, 1 – 3 Joki Thailand

BAGIKAN