nhk

ARRC Thailand 2016 (Seri 6): Harapan Juara Tinggal Bebek, Sport Belum Jadi Iklim Balap Indonesia

ARRC Thailnad November 2016

ManiakMotor – Dari susunan klasemen tinggal bebek yang berpeluang juara. Kelas bergengsi lain macam SS600 dan AP250 sudah terbang ke negara lain di ARRC 2016. “Kan dari dulu begitu. Andalan hanya bebek sesuai iklim balap dalam negeri. Iklim sport kita masih butuh pembenahan. Sport sempat naik daun saat IRS pertama kali dibikin empat tahun lalu, tapi sekarang hitung saja jumlah peserta SS600 di IRS,” jelas Ibnu Sambodo yang Selasa 29 November 2016 ini sudah berangkat ke Thailand.

Ibnu ke Thailand untuk ikut ronde terakhir ARRC di sirkuit Chang International, Buriram yang acaranya berlangsung 2 – 4 Desember 2016. Ibnu sih tahun ini nggak ikut kelas bebek. Timnya Kawasaki Manual Tech hanya ikut SS600 dan AP250. “Yang bikin saya penasaran AP250, Kawasaki Ninja 250 sesuai hitungan harusnya ke depan, tapi hasilnya masih di belakang. Sedang SS600 sudah salah strategi di seri-seri awal. Tapi intinya iklim balap sport kita yang harus bebenah di dalam negeri,” tambah Ibnu yang pembalapnya Yudhistira di SS600 saat ini berada di luar lima besar klasemen.

Klasemen SS 600 sementara sampai ronde kelima di India 1 – 4 dikuasai Jepang dan Malaysia. Yang memimpin klasemen Tomoyosi Koyama yang membela Honda Yuzy. Koyama bersaing dengan MD Zaqhwan Zaidi (Honda Musashi). Keduanya yang berpeluang untuk juara di ronde pamungkas di Thailand ini. Susah dikejar lawan. Silakan lihat hasil di bawah.

Sedang AP250 yang tertinggi dari Indonesia dari Yamaha Racing Indonesia (YRI). Itu pun hanya keenam yang ditempati Galang Hendra. Klasemen dikuasai Jepang dan Thailand. Yang memimpin joki Thailand yang bernama Apiwat Wongthananon dari Yamaha Thailand yang menggunakan R25. Walau masih ada dua race, Apiwat punya kans juara AP250 tahun ini. Dia sudah unggul 45 point dari joki Jepang, Takehiro Yamamoto (Trickstar Racing).

YRI punya alasan sendiri soal prestasi mereka di AP250. Baru tahun ini mereka bisa beradaptasi dengan motor, terutama dari pembalapnya. “Kan Galang ini adalah bibitan  dari bebek langsung ke sport 250 cc. Sesuai penjejangan tahun kedua mulai menyatu dengan motor dan sirkuit yang disinggahi,” sebut M Abidin, GM Motorsport Yamaha Indonesia saat bertemu di IRS Sentul.

Jadi kembali ke asal alias bebek. Di kelas underbone 130 cc ini walau nggak memimpin klasemen, pembalap Indonesia masih bisa kejar juara. Wahyu Aji Trilaksana (BKMS) hanya selisih 10 angka dari pemimpin klasemen Md Amirul Arif Musa (Honda Yuzy) dengan 103 point. Sedang yang kedua ditempati pembalap Malaysia lainnya, Md Izat Zaidi (Yamaha YY Pang) yang memiliki 98 point.

Wahyu tinggal berjuang untuk mempertahankan predikat Indonesia jagoan bebek. MM

klasemen-arrc-2016-ss600

klasemen-arrc-2016-ap250

Klasemen ARRC 2016

BAGIKAN