nhk

ARRC Thailand 2016 Seri 6: Latihan AP250, Ilmu Galang Makin Tebal Penguasaan Sirkuit

Galang Hendra ARRC Thailand 2016

ManiakMotor – Mantap punya elmu yang didapat Galang Hendra dari markas Valentino Rossi. Dia berkembang pada penguasaan sirkuit Chang International, Buriram, Thailand pada hari pertama ronde 6 ARRC pada Kamis 1 Desember 2016. Di latihan bebas 1 (FP1) dan FP2 kategori Asia Production 250 (AP250), Galang di posisi kedua. Pokoknya hanya joki Thailand yang lebih menguasai sirkuit yang belum bisa dilewatinya.

Rey dan Galang di ARRC Thailand
Rey dan Galang di ARRC Thailand

Joki Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang setim dengan Rey Ratukore itu, bisa memaksimalkan kemampuan bawanya dengan YZF-R25 terhadap sirkuit Chang. Itu yang disebut penguasaan sirkuit. YZF-R25 Galang di FP1 mencetak 1:56,733 detik. Dipertajam 1 detik di FP2 menjadi 1” 55,594. “Mapping mesin masih perlu ditingkatkan di putaran bawah, ada slide berlebihan pada 3 titik tikungan (R1, R7 dan R8),” ujar Galang yang saat ini ada di posisi ke-5 dalam klasemen sementara AP250.

Tuntutan Galang ada benarnya. Di hari pertama ini dia masih tertinggal 1.6 detik dari yang tercepat dari akumulasi dua FP. Lawan beratnya Apiwat Wangtananon (Yamaha Thailand) bisa mencetak 1:53 sekian-sekian. Nah patokan Galang ada di time tersebut untuk mensejajarkan kecepatannya agar seimbang saat race, itu yang lebih penting.

Rekan se-tim Galang si Ratukore juga memperbaiki torehan waktunya dari FP1 yang 1” 57,398 jadi 1:56,520 di FP2. “Namanya hari pertama masih pengaturan final gir. Setelan bodi sih lebih baik dari sebelumnya, namun saat membuka gas ada chattering. Masih dicari apakah ini pengaruh dari engine-brake atau hal lain,” tutur Ratukore.

Pada bagian lain, wild-card Syahrul Amin yang juga mengusung tim YRI baru pertama jajal trek Buriram. Dia masih menghapal sirkuit yang sepanjang 4,5 km tersebut. Butuh waktu adaptasi racing-line, braking-point dan lain-lain. Termasuk peningkatan perfoma motor sesuai makin hapalnya sirkuit.

Di FP1, Syahrul yang juara nasional Sport 250 cc dan Sport 150 cc (Kejurnas IRS 2016) bikin waktu 2” 02,947 yang di deretan ke-26. Sedang FP2 diperbaiki menjadi 2” 00,577 detik. “Sudah ada perbaikan waktu. Masih ada catatan penting di 3 tikungan (R1, R8 dan R12), tikungan yang lain sudah lebih baik. Masih harus lebih cepat lagi di cornering speed,” ucap Syahrul yang memang menggeber R25 yang berbeda aturan mesinnya dengan R25 ARRC.

Syahrul dan Imanuel
Syahrul dan Imanuel

Terakhir, Imanuel Pratna dari tim satelit Yamaha Traxx-D TJM Bien Racing di posisi ke-19 (FP1) dan ke-17 di FP2. Di FP1, disebut Imanuel masih berproses dalam setting suspense. Dia belum dapat redaman yang enak saat akselerasi dan deselerasi. Juga kinerja engine mapping yang belum optimal. “Kita masih mencari settingan mesin terbaik. Saat keluar tikungan, kurang responsif. Saya juga akan memperbaiki kontrol RPM,” terang Imanuel.

Wahyu Rusmayadi selaku manajer tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), menilai positif penampilan anak-anak yang dipimpinnya. Progress dari dua sesi latihan bebas meningkat tajam, sesuai arah latihan. “Tetap hasil akhirnya di race Minggu. Masih ada perlu peningkatan dari evaluasi data FP1 & FP2, nanti akan dibawa ke FP3. Untuk Syahrul FP1 & FP2 fokus pada jam terbang,” tukas Wahyu. Rilis Yamaha www.yamaharacingindonesia.co.id

BACA JUGA

Hasil Seri 6 ARRC Thailand 1 – 4 Desember 2016

BAGIKAN