nhk

Asia Talent Cup Sentul 2014 (Race) Kata Alberto Puig; No Support, No Racing, No Result

 

ManiakMotor – Dorna Sports serius menjadikan Asia talent Cup (ATC) sebagai gerbang masuk Asia ke jenajnag Moto3, Moto2, dan MotoGP, Buktinya, orang-orang pilihan yang dilibatkan untuk menjalankan ATC. Itu terlihat di Sentul International Circuit saat seri 2 yang berlangsung 9 – 11 Mei di negeri kita.

Dua putri Carmelo Ezpelata yang bigboss Dorna itu, Eva dan Anna, aktif di manajemen ATC. Eva pegang aspek komersialnya dan Anna di sector kompetisi. Keduanya dibantu Alberto Puig sebagai Direktur Pelaksana. Puig bertanggungjawab untuk rekrutmen dan pembinaan pembalap, serta kualitas penyelenggaraan. Ibarat motor, Puig ini ECU-nya hehehe.

Mantan pembalap GP500 cc yang pernah main di Sentul pada 1996 dan 1997 itu, mantan mentor Casey Stoner dan Dani Pedrosa. Bahkan Puig terakhir yang memprotes ketika sensor  kontrol traksi Pedrosa disenggol Marc Marquez. Tapi tahun ini, ia ditugaskan untuk memandu bakat dari Asia. Yakni lewat ATC yang disetarakan lombanya dengan Red Bull Cup dan CEV Repsol.

Katanya soal peserta ATC, semuanya berdsarkan seleksi ketat dengan klasifikasi yang sudah mereka tentukan. “Jadi, soal bakat dan motivasinya, semua mereka ini bagus dan kami yakin punya potensi berkembang ke Moto3. Itu yang membuat mereka lolos seleksi, termasuk pembalap dari negeri Anda,” ujar Puig yang maksudnya si Wilman Hammar, anak Makassar yang satu-satunya Indonesia di anatara 23 pembalap bergabung.

Potensi Wilman itu pun kemudian terbukti saat finish urutan 5 saat race.  Waktunya pun tak kalah jauh dari empat rider Jepang yang memimpin balapan. Itu bukti nyata kalau potensi pada Wilman.

Bagaimana step berikutnya untuk masuk Moto3 dan seterusnya, menurut Puig tergantung banyak faktor. Bukan lagi hanya faktor skill joki dan manajemen ATC, tapi juga dukungan dari pihak-pihak terkait dengan si pembalap. “Saya tak tahu seberapa besar Wilman dapat dukungan dari Indonesia. Saya juga tak tahu seberapa besar perhatian sponsor dan federasi (IMI) di sini. Yang ingin saya tegaskan adalah seorang pembalap hanya bisa berkembangv jika dapat dukungan memadai. No support (dukungan), no racing (balapan), no result (hasil)!” kata Puig.

Si Puig tentu saja sembari melihat keadaan trek Sentul yang gimana gitu. Malah Jumat 9 Mei saat latihan, ia intruksikan peserta ATC memakai teknik motocross saking kertingnya tambalan aspal Sentul. Maklum di negaranya Spanyol, setiap provinsi punya sirkuit yang layak untuk MotoGP. Ya mungkin dalam hatinya, macam mana mendukung pembalap bila sarananya saja tak mendukung. Itu dalam hatinya bro, hanya diterjemahkan oleh portal ini.

Prinsip yang singkat, jelas, dan benar adanya. Kasarnya, kalau nggak punya kocek mumpuni ya nggak mungkin balapan, kalau nggak ikut balap yang mana mungkinlah ada hasil. Jadi, adakah pihak yang ke depannya sudi dan mampu mendukung anak Indonesia, begitu. Andro

BACA JUGA

Hasil IRS Sentul Dan Asia Talent Cup 10 – 11 Mei 2014

Asia Talent Cup Sentul 2014 (Race): Indonesia Ke-5, Jepang Dominan, Boleh Juga Tuh Bro!

 

 

BAGIKAN