nhk

Aturan Jok Drag Bike; Belum Ada Bukti Jok Custom Berbahaya

 



ManiakMotor – Alasan keselamatan jadi pertimbangan usulan jok standar di drag bike, malah sebaliknya. Jok standar ya standar. Konstruksi pegangannya standar, di situ ada engsel dan pengait kunci jok yang sewaktu-waktu mudah lepas bila terjadi sesuatu. Bandingkan dengan jok yang sudah lajim di drag bike atau yang custom, lebih kuat karena dipatenkan bersama rangka.

Toddy Andries yang telah malang-melintang sebagai penasehat dan pimpinan lomba, kurang tahu menahu dengan aturan jok.  Baginya, “Yang penting kuat tidak mudal lepas dari dudukannya, itu yang legal. Saya tidak bilang standar bukan untuk balap, sebab aturan ini saya tidak mengerti,” jelas Om Toddy dari markasnya di Pondok Cabe, Depok. Maksuda Om Toddy dengan aturan yang sudah ada saat ini, itu oke.  Mungkin dalam pandangan Om Toddy, penyebab bahaya bukan soal jok yang utama.

Coba tanyakan pada pelaku soal jok custom. Apakah bikinan yang tipis tersebut  terbukti menghambat sperma. Sorry salah!  Maksudnya, jok modifikasi pernah membunuh joki, jangan sampai deh? Selama balap belum pernah saya menemuinya. Ada kecelakaan, biasanya joki langsung melepas motor. Jok pun tidak pernah lepas dari konstruksinya. Ya, kalau pakai jok standar, jelas mudah lepas,” buka Eko ‘Chodox’ Sulistyo, joki andalan tim Abirawa DMC Racing yang ikut drag bike sejak 2001. Masalah sperma pun Chodox bilang tetap tokcer, hehehe.

Diangguki beberapa praktisi drag bike. Iyong Mustofa, selaku tunner Yong Motor Nano-Nano, lalu Utomo (Tomo Speed Shop), juga Harry dari Harry Motor, Wawan Kristiarto dari Abakura Solo dan masih banyak lagi nama–nama yang maaf akan habis satu artikel ini bila menyebut mereka.

Intinya, rancangan jok selama ini telah sesuai dengan sasis dan utamanya postur joki. “Secara konstruksi kuat! Telah terbukti pada matik yang tiga tahun pakai jok alumunium. Jangankan patah, retak pun belum pernah bersama dudukannya. Padahal, jatuh juga sudah sering,” ungkap Vincent, juragan Vincent Racing Gallery.

Umumnya dudukan bagian depan jok drag bike sudah menyatu dengan main frame alias rangka utama. Pengikat belakangnya terhubung langsung dengan rangka buritan yang sekaligus dudukan atas sokbreker belakang. Joknya pun diikat paten menggunakan baut 10 mm dan ada juga yang pakai baut 8 mm.

Nah, tinggal aturan konstruksi ini yang sebenarnya diperbarui lebih aman. Misalnya, di regulasi ditentukan jumlah baut pengikat, termasuk di dalamnya soal bahan, tanpa mengubah bentuk seperti saat ini. Selama ini jok sangat kokoh dan tidak bergerak dari tempatnya. Tidak seperti jok asli yang ada engselnya. Nah ini malah bahaya,” jelas Birowo Seno dari JBX Racing yang didukung Arief Sigit Wibowo dari Pells Racing. Keduanya mengerti soal konstruksi, karena mereka mekanik.

Jok drag sejak dahulu kala enggunakan bahan dasar alumunium dengan ketebalan mulai dari 3-8 mm. “Sebetulnya alasan utamanya bukan mengejar bobot ringan, tapi kenyamanan dan ergonomik pembalap. Sebab, bahan alumunium itu mudah dibentuk, dipotong dan dihaluskan sisi-sisinya agar tidak tajam sehingga melukai pembalap,” kata Harry. “Sibuk amat sih, aturan keselamatan lebih baik menerapkan racing gear alias baju balap lengkap. Ini yang lebih masuk akal,” sambar Ricko ‘Bochel’ Leonardy, joki Feat Key Speed, kemarin.

Tapi tenang, bro kita Eddy Horison akan meninjau ulang aturan soal jok ini pada drag bike. Penaggung jawab balap roda dua di PP IMI itu akan mempertimbangkan aturannya. Apalagi pada draf soal tata lomba 2013 tidak ada itu aturan jok. “Nanti saya lihat ulang, karena saat ini masih dalam proses cetak,” jelas Eddy yang baik hati tersebut.

Ya, ditunggu… eit bukan portal ini yang menunggu, tapi para pelaku drag bike. Adit

BRITA TERKAIT:

Drag Bike 2013, Wajib Jok Standar..! Dari Mana Rumusnya Pak..?

Drag Bike Semarang, Pro-Kontra Bracket Time!

Balapan Perdana Drag Bike 2013; Jateng, Jatim Dan Lampung

Drag Bike 2013, Riset Ban, IRC Masih Ngegrip…!

Drag Bike 2013, Aturan Bobot, Kebiri Catatan Waktu..?



BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353