nhk

Balap Motor 2014: Tipe Kompon Ban FDR Sesuai Pengembangan Kategori Balap

 

 

 

ManiakMotor – Ban FDR yang merajai balap motor sekarang sesuai pengembangan yang mereka lakukan. Bukan sekadar jual lepas. Risetnya untuk trek dadakan alias trek jalanan umum dibikin sirkuit, ya ban diperuntukan untuk itu yang presentasenya banyak dikonsumsi. Berikutnya kompon yang disediakan sesuai iklim tropis Indonesia yang panas.

Contoh FDR MP27 diriset dan dikembangkan untuk trek dadakan yang kontur aspalnya khas jalanan umum, tentu lebih laku di pasar senggol ketimbang misalnya di Sentul Besar dan Sentul Kecil. “Sekitar 60 persen MP27 dalam setahun yang dikonsumsi. Balap di Indonesia lebih banyak di trek dadakan,” jelas Riza yang mengepalai marketing PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) yang bikin dan menjual ban FDR.

Hitung saja ada lima region MotoPrix di Indonesia yang nyaris semuanya memakai jasa Sanngkuriang. Ya itu  sirkuit yang dibangun dalam semalam. Siang jalan umum, malamnya jadi sirkuit. Itu belum dihitung OMR dan klub event yang juga menggunakan model sirkuit yang sama.

MP27 dirancang setelah ada penelitian, bahwa jalanan umum yang dibikin seirkuit tipikalnya  bumpy dan keriting. Lalu tikungannya patah-patah. Makanya dinding samping MP27 dibikin lebih lentur atau mudah mengikuti kontur landasan, jadinya ngegrip dan enak buat pemula. Power motor seperti langsung terssalur, tidak ada gejala slide.

Dia beda dengan MP96 yang dinding sampingnya justru lebih kuat. Karena MP96 direkayasa untuk tikungan-tikungan panjang seperti sirkuit Binuang, Sentul atau Sekayu. Makanya lakunya hanya di IndoPrix dan Sentul Besar. “Ujicoba ban MP96 juga lebih banyan di tiga serikuit tersebut,” jelas Totok, bagian pengembangan FDR.      

Dicontohkan juga paling laku kedua setelah MP27 sesuai iklim panas Indonesia, adalah FR75. Riza dan Totok  membuktikan saat seri terakhir IRS pada race Bebek 125, Oktober lalu yang panas matahari sangat menyengat. Diukur aspal sudah di atas 50oC dan  bersamaan lomba kelas bebek itu sedang berjalan.

Keduanya menjamin – walau belum ditanya pada pembalap – rata-rata pasti akan memilih FDR FR75. Ini ban slick yang ‘ngelem’ di trempratur trek yang tinggi dan risetnya memang di situ. Benar saja saat finish dan tiga motor juara menggunakan ban tersebut.  Artinya riset FDR tidak sembarang riset tapi ada data dan fakta. Waw…

Memang ada pembalap tertentu yang ngotot dengan satu tipe. Rafid Topan misalnya, dia lebih senang dengan MP57 sejak dia kenal FDR. Tipe ini jenisnya medium, ya lebih cocok untuk trek yang lebih adem dan boleh dipakai saat basah. “Tipe itu memang cocok dengan gaya saya. Mudah dibikin slide saat menikung. Juga saya mudah menyetel suspensi,” jelas Topan yang memakai ban tersebut di Suzuki FU150 yang ikut Kelas 150 di IP dan IRS.

Nah kalau itu phisikologis bro. Ito

BACA JUGA

MotoPrix 2014; All FDR Champions!

IndoPrix 2014 Seri 4 Skyland, Sekayu; Sebelum Jadi FUN Race, Rekor Sudah Pecah Oleh FDR FR75!

 

BAGIKAN