nhk

Balap Motor PON XVIII Riau, Medali Banyak Di Jawa, Bukti Kompetisi..!

 

ManiakMotor – Emas banyak di Jawa, bukti profesional dan kompetisi. Tapi itu bukan Mas Jawa yang memang banyak di Jawa. Dari 12 medali (emas, perak, perunggu) yang diperebutkan balap motor Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, baru lalu sembilan medali ada di Jawa, 3 lainnya lari dari daratan Jawa.

Kuncian dari penggondol medali dari luar Jawa pun mereka yang berkompetisi di Jawa. Sebut saja medali Perak Kalimantan Barat yang didapat Hadi Wijaya di perorangan 110 cc. Siapa yang tidak kenal Hadi? Dia maestro underbone  Asia Road Racing Championship.  Hadi  saat ini memperkuat Yamaha Tunggal Jaya dan tahun lalu membela Kawasaki pabrikan.

Lalu Iswandi Muis yang telah dua tahun hidup di Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Kan doski memperkuat Honda Dunia Motor yang berlokasi di daerah itu. Belum lagi si Ifos Alfa satu-satunya yang mencuri Emas lari dari Jawa. Pembalap Riau ini langganan ikut IndoSpeed Race Series di Sentul. Tapi untuk kelas bebek memang namanya baru terdengar di PON.  

Jangan jauh bertanya. IndoPrix  (IP) yang disebut supermasi balap motor Indonesia pusatnya di Jawa. “Serinya kebanyakan di Jawa, tim-tim profesional juga semuanya di Jawa. Belum lagi bicara teknologi teknis membalap dan mesin, ya dari Jawa. Wajar mereka dapat banyak medali,” jujur Henrry Suwandi dari Green Tech Kawasaki Riau yang jadi pengasuhnya Ifos.

IP berdiri sendiri juga belum tentu bisa menghasilkan kompetisi yang teratur. Turunannya adalah MotoPrix (MP) atau balapan regional. Jenis ini di Jawa terkenal dengan MP region 2 yang paling rapat dan konsisten serialnya. Contoh lulusannya yang dapat medali adalah Ardi Satya Sadarma dari Jateng. Level pembalap itu masih di MotoPrix region 2.  Tapi, umur dan jam terbangnya seharusnya  dia di IP.

Belum lagi di one make race di Honda dan Yamaha, sesama peraih medali ini sudah terbiasa dengan permainan masing-masing. Masuk ke PON bukan lingkungan yang asing. Hanya untung-untungan dan ringan-ringanan badan. “Pengaman itu yang tidak dimiliki daerah. Lihat saja Sulsel di beregu 110 , karena partner Muis kurang mengenal permainan Jawa, jadinya dia tercecer,” analis Novi pemilik tim Yamaha Ridlatama yang turun di MotoPrix region 2, di PON kemarin Novi mengawal atlet dari Jatim.  

Dan supaya tahu saja, rata-rata para peraih medali emas bobotnya di bawah 55 kg. Catatan tercepat di sirkuit Bangkinang fastest lap-nya dipegang yang bobotnya cuma 50 kg. Dan itu sudah diingatkan portal ini jauh sebelum PON Riau berlangsung. Akibatnya Yudhistira dari Kalsel yang PON Kaltim dominan, kemarin tercecer karena sudah ‘tembem’.

Tetapi ada dua provinsi di Jawa yang tidak dapat medali sama sekali. Banten sih ndak masalah, ya. Kalau Jogjakarta itu persoalan. Ini daerah lumbung bakat balap motor Indonesia. Yang datang kemarin ke PON XVIII yang disegangi di IP. Di situ ada Hendriansyah, Sudarmono, Florianus Roy, dan Sigit PD. Sudarmono dan Sigit pemimpin klasemen IP di dua kelas bergengsi di sana. “Kami kalah soal bobot, semuanya bongsor,” pasrah Irwan Ardiansyah sebagai pelatih kontingen ini. Adit

BERITA TERKAIT:

Hasil Semua Sesi Balap Motor PON XVIII Riau, 10 – 11 September 2012

Balap Motor PON XVIII Riau, Beregu 110 Cc. Emas Didulang Jabar

Balap Motor PON XVIII Riau, Perorangan 135 cc, Emas Disapu Rafid Topan (DKI)

Balap Motor PON XVIII Riau, Kans Pembalap Ceking

Balap Motor PON XVIII Riau. Kunci Sabar, Halus Dan Rapi

Kelas Standar Showroom Di Balap Motor PON XVIII

Balap Motor PON XVIII Riau. Waspadai Muis Dan Triyugo

Susunan Medali

Provinsi di Jawa

Jawa Barat          : 2 Emas dan 1 perunggu

DKI                         : 1 Emas dan 1 Perak

Jateng                   : 1 Perak, 2 Perunggu

Jatim                     : 1 Perunggu

 

Provinsi Di luar Jawa

Riau                       : 1 Emas

Kalbar                   : 1 Perak

Sulsel                    : 1 Perak                   

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353