nhk

BalapMotor Dan Harian: Temuan Terbaru Ohlins 2014, Kinerja Sokbreker Depan Bebek Mumpuni

 

 

ManiakMotor – Disebut balap dan harian, karena keduanya saling berkaitan. Balap adalah raboratorium untuk motor-motor umum. Macam temuan untuk memperbaiki suspensi depan di balap motor dari Ohlins Indonesia. Selanjutnya silakan  untuk memperbaiki kinerja suspensi teleskopik depan bebek, matik dan sebagainya yang perlu.

Ya ide dari Ohlins Indonesia. Maklum di regulasi balap motor kita, aturannya bentuk sokbreker sesuai aslinya. Ini sudah berlaku puluhan tahun di saat teknologi mesin yang melonjak tajam. Padahal suspensi biang kenyemanan membalap. Dan penemunya tetap dari Ohlins dunia yang berkedudukan di Swedia. Bagi Ohlins di Swedia, sokbreker bebek dan sejenisnya yang teleskopiknya pendek kurang berfungsi di saat mesin ditingkatkan untuk balap.

“Kami telah merekayasa isi sokbreker standar bebek dengan sirkulasi oli pakai valve model shim (pelat tipis) untuk kompresi dan rebound. Tetapi, butuh waktu panjang agar layak pakai. Selain bahan standar tidak memungkinkan, juga tabungnya terlalu kecil diameternya dan pendek. Makanya ditemukan yang lebih simpel  dan sesuai regulasi balap di Indonesia, ya macam kamu foto itu,” jelas Goran Ljunberg, bagian riset dan pengambangan Ohlins sembari menunjuk alatnya.   

Goran yang tak bisa dibaca ini, karena itu yang itu namanya koran, ditemui di Sentul Kecil saat memantapkan temuan Ohlins pada Rabu 19 November 2014. Katanya, dengan alat ini kinierja sokbreker asli bebek akan berlipat-lipat kemampuannya. Karena aslinya peranti semacam damper atau stabilizer setang itu, murni sokbreker berkemampuan tinggi, tapi tanpa per. Per atau pegas mengandalkan pada suspensi asli bebek.

Kelembutan dari sirkulasi oli dan tekanan nitrogen sudah dibikin sesuai kerja sokbreker standar. Maklum, motor bebek balap sudah dikirim Ohlins Indonesia sejak tiga bulan lalu. “Sifatnya alat ini hanya meredam saat kompresi memendek dan reboud. Juga bisa mengatur frekusensi sokbreker saat motor melaju,” tambah Goran yang mengaku alat ini sudah dua kali ditest di Indonesia.

Coba tanya pada Dedi Saputra, pembalap seeded dari tim Honda Dracula dari Padang, Sumatera Barat. Katanya yang versi modifikasi dari standar pabrik mau korekan Jawa dan sebagainya, tetap ada gejala dribel alias mantul-mantul saat direm masuk tikungan. Saat direm tekanan sokbreker standar modif nggak rata frelkuensinya. Karena nggak rata, grip ban hilang-hilanglah.

Tetapi pakai alat ini gejala itu sembuh. “Paling mengagetkan saat masuk tikungan, Honda seperti sangat lincah tiba-tiba. Pengereman jauh lebih tajam. Biasanya tanpa alat ini di R9 Sentul Kecil pengereman di belakang garis, sekarang saya bisa maju semeter dari titik pengeremannya dan bagian depan motor tetap tenang. Sangat tenang,” kata Dedi sembari keberatan alat test itu dilepas dari Honda Blade-nya yang 125, hehehe.   

Eddy Saputra adalah juragan Ohlins Indonesia. Katanya, alat ini spesial buat Astra Honda Motor lewat devisi motorsportsnya. Mereka yang meminta untuk melakukan pengembangan ke Ohlins pusat. “Saya meneruskan dan selanjutnya usai dari tes di Sentul Kecil ini akan dicoba di IndoPrix seri 5 di Binuang minggu ini,” jelas Eddy.

Silakan tengok tulisan lain membedah alat ini di sebelah. Sebab bukan hanya bebek yang bisa menggunakannya. Sampeyan yang nggak puas dengan kinerja sokbreker standar bisa pasang. Tapi tunggu kalau sudah diproduksi massal. Ito

BACA JUGA

IndoPrix 2014 Seri 5 Binuang (Jelang): Underbone IP125 Masih Ketat, Hendriansyah Latihan Keras

 

 

BAGIKAN