nhk

Begini Ramuan ABRT20 Pada RX-King Juara Super Pro Di Indoclub Sentul 2018

ManiakMotor – Timing pengapian 12º sebelum TMA. Waktu pengapian seperti ini sesuai riset mesin, termasuk knalpot terhadap mesin 2T bagian dari energi. Juga menggunakan pengapian full set special engine YZ-125. Tentu dengan kenyamanan dari rangka dan kaki-kaki.

Begini tampang RX-King Wawan

Begitulah RX-King dikebut Wawan Wello yang juara kelas RX-King 140 Super Pro di seri akhir Indoclub Championship. Event ini berlangsung 23 Desember 2018 di Sentul Kecil. RX-King ini sejak kualifikasi sudah kelihatan kelebihan korekan dan jokinya.

Jangan lupakan, semangat Wawan yang lagi di atas angin pada setiap event diikutinya belakangan. “Saya lagi enjoy naik motor apa saja,” tutur Wawan yang juga juara di Underbone 2T TU dan di event itu meraup 7 amplop dan piala. Walah..!

Knalpot ABRT20 dan karbu reamer

Ya pengapian, korekan mesin sampai meramu knalpotnya adalah kesatuan membuat motor banter. Tapi, “Saya rasa mekanik yang tampil di Super Pro ini, sangat paham dengan mesin RX-King. Ini motor tempat belajar mekani zaman dulu, sampai sekarang mereka aktif, termasuk saya,” papar AB Bendol yang mengorek RX-King milik AQIELA MOTOSPORT ABRT20 yang dibela Wawan.

Jadi, dia harus mengelak agar lebih unggul. Misalnya ketepatan ukuran dari mendial pengapian sampai lupang porting in-out gas bakar. Di situ Bendol menghindar menggunakan ukuran pakai sigmat. Kecuali knalpot ABRT20 yang memang produksi AB Bendol. Dia bisa sempurnakan saat mesin telah usai dibangun.

Sokbreker kenyamanan dan data loger

Termasuk saat tampil kemarin, crankcase atau ruang kruk-as pakai bak mesin mesin baru. Menurutnya, baru selalu presisi walau terpaksa menggunakan standar. Bahkan berani pakai karbu std yang main reamer, karena telah melewati uji coba. Silakan lihat data mesin dan korekan Bendol ada di bawah. Kalau mau lihat video pertarungannya di sini.

Ada lagi yang bagi Bendol yang bermarkas di Salatiga, Jateng itu yang sebenarnya membuat Wawan nyaman. Yakni bodi, eh RX-King ada bodi nggak ya. Pokoknya begitu, seperti rangka, lengan ayun, suspensi depan dan belakang. Khusus suspensi diserahkan pada ADD. Nah kalau itu yang berhak bicara si ahlinya.

AB Bendol

“Semakin besar tenaga motor, butuh rangka dan suspensi yang mampu membawa powernya. Bila tidak, pemabalapnya malah repot menjikan tenaga ketimbang melajukan motor pada racing line yang terpat,” papar Bendol yang sekali lagi bilang, tenaga RX-King ini dianggapnya kurang besar bukan berarti salah, tapi itu yang paling benar agar mengalir di Sentul Kecil. Riz/Raider

BACA JUGA

Hasil Indoclub Championship, Sentul, Bogor, Jabar 22 – 23 Desember 2018

Rey Ratukore Coba ‘Nostalgila’ Mesin 2T Di Indoclub 2018 Sentul, Sukses Hanya Di MP1?

Indoclub 2018 Sentul: RX-King 140 cc Super-Pro Dan UB125 2T TU, Suara Mesin Merdu, Aroma Oli Khas 2T

Indoclub 2018 Sentul: Underbone 125 TU 2T Pro, Sikut Welo vs Rere, Pemenang 125Z Karbu PWK28 Sudco

Spek RX-King Wawan Welo

Pengapian dan magnet: YZ-125

Rasio: Full IKK
Final gir: 13/39

Lebar squish: 6 mm
Tinggi : 15 mm

Kompresi: 7.1:1

Karburator: Std reamer 28 mm

Tinggi lubang transfer: 40 mm

Tinggi lubang buang: 25 mm

Lebar lubang buang: 39 mm

Knalpot: Abrt20
Ban: IRC Fasti 2

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353