nhk

Beli Motor Injeksi, BBM Terasa Gak Naik Loh…!

 


ManiakiMotor – Mesin bahan bakarnya diolah injeksi lebih irit 30 persen dari karbu. Bisa lebih 15% lagi  bila cara bawanya halus dan larinya sesuai putaran mesin. Sementara BBM atau bahan bakar minyak naik 44.4 persen. Berarti akan impas bagi pemilik motor karbu, bertepatan naiknya BBM juga beli injeksi, nggak terasa tuh beli bensin. Yang terasa beli motornya, hehehe.

Teori dan praktek sistem injeksi memang hemat  dari konvesional karbu. BBM dan udara ke ruang bakar, homgen dari koreksi air flow ratio (AFR). Konsumsi BBM, 86 eh siap  menyesuaikan suhu mesin, suhu sekitar, putaran mesin dan beban saat itu yang dibaca sensor  yang dikirim ke Electronic Control Unit (ECU).  “Secara umum injeksi irit dari karburator sebesar 30 persen lebih. Di situlah kelebihan Programmed Fuel Injection (PGM-Fi) pada Honda,” kata Sarwono Edhi, Senior Analayst PT. Astra Honda Motor (AHM).

Kalau Yamaha gimana? “Ya dari kami juga demikian. Makanya logo Fi (fuel injection) selalu ditonjolkan pada non matik dan YMJet-Fi (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection di matiknya,” sambung Bayu Astyawanto, Supervisor Education And Technical Divison PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

{Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

Angka itu meliputi semua varian yang telah injeksi, bebek, matik dan sport. Lha bila BBM premium  naik seperti hitungan tadi, sudah seharusnya pemakai motor karbu ganti  injeksi, sama saja tidak merasakan naiknya bensin. Bagi yang sudah injeksi, terasa keeecil. Yang tetap karbu, wah makin dalam. Setuju nggak? “Setuju dong,” kata M Khalib yang barusan tukar tambah motornya yang karbu dengan injeksi keluaran terbaru. Nggak perlu disebut mereknya.

Saat ini injeksi  Honda dan Yamaha, bermain rata-rata pada angka 55 km/liter bensin. Itu angka terkecil, dengan pengetesan pabrik lewat metode ECE R40. Hasilnya hampir sama dengan modul berkendara seruntulan atau stop and go di lalu lintas macet dengan gaya buru-buru ke tempat kerja dan rumah. Metode itu memakai bensin premium, bensin rata-rata dipakai rakyat Indonesia.  Beda lagi kalau ditest irit-iritan jauh di atas 55 km/liter.

Artinya harga premium naik masih bisa menyisakan sekian persen dari gaya bawa irit-iritan. Logiknya tetap bisa beli rokok sebungkus, makan 3 kali sehari, dan beli pulsa internet untuk baca maniakmotor.com.

Portal sudah macam-macam gaya mengetes injeksi. Maksudnya memperlakukan motor injeksi layaknya pengendara harian. Reel 1 liter dan bensinnya premium. Dan terbukti lewat Yamaha Mio GT dan Honda Vario 125 CBS Idling Stop System (ISS), yang pernah dites. Ini sekaligus mewakili varian-varian lain kedua merek terbesar itu, karena basis teknologinya sama.

Memerlakukan injeksi dan karbu paling tepat dengan berkendara pada kecepatan konstan. Cukup melaju 40-50 km/jam, tidak lebih dan tidak kurang. Dalam kecepatan itu, putaran mesin dapat konstannya, rpm tidak tinggi dan juga tidak rendah. Kan portal ini pernah juara saat  mengendara irit yang dilakukan salah satu pabrikan pakai matik.

Bebek dan sport ya beda lagi, jelas lebih irit dari matik. Kan dua tipe itu pakai reduksi percepatan setiap giginya, kerjanya mesin lebih ringan. Walau begitu, tetap berkendara cara hemat pangkal kaya. Irit bukan berarti pelan. Kalau pelan bangat juga jadi boros, karena mesin jauh dari torsi idealnya. Adib

BACA JUGA

TVS Dazz 2013, Rp 9 Juta, Launching Usai Lebaran

New Vespa 946 2013, OTW Indonesia

Launching Yamaha Force 115 Fi, Ketangkasan Uji Stabilitas Di Luar Jakarta

New Suzuki Satria FU150 2013, Motor Baru Masih Karburator



BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353