nhk

Bersama Mahasiswa, FDR Kembangkan Teknologi Ban Hemat Bahan Bakar

ManiakMotor – Saling dukung FDR dan mahasiswa. Inspirasi banyak pihak untuk memberikan dukungan pada mahasiswa. Mereka semangat melakukan inovasi dan konsistensi riset dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Termasuk antusiasme mereka mengikuti kompetisi kendaraan hemat energi, bikin FDR terpacu ikut melakukan inovasi dalam teknologi ban sepeda motor.

Ini loh ban yang yang digunakan dan juga sudah ada unrtuk motor umum

Kompetisi kendaraan hemat energi Shell Eco Marathon 2018 yang di gelar di Singapura, FDR kembali memberikan dukungan. FDR menyediakan ban prototipe berteknologi Eco Smart Tire pada sejumlah tim Indonesia. “Jadi kebanggaan bagi kami jika tim-tim dari Indonesia bisa jadi juara, apalagi dengan pakai ban FDR,” kata Dikkie Darwanto, direktur marketing PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) selaku produsen ban FDR.

Lebih dari 120 tim dari 18 negara yang mengikuti SEM 2018. Indonesia sendiri diwakili oleh 26 tim dari 20 perguruan tinggi se-Indonesia yang ikut berkompetisi. Ada 8 tim di antaranya menggunakan ban prototipe FDR.

Mobil yang 1 liter bensin bisa 380 km

FDR sudah mulai ikut serta berpartisipasi memberikan dukungan pada tim Indonesia di SEM sejak 2012 lalu. “Awalnya, tidak banyak perubahan yang kami lakukan pada ban FDR saat pertama kali ikut,” kata Jimmy Handoyo, technical development department head PT SRI. “Namun melihat semangat para mahasiswa ini dan masukan dari mereka, kami pun melakukan pengembangan hingga akhirnya tercipta ban FDR berteknologi Eco Smart Tire yang punya low rolling resistance atau tahanan gelinding rendah.”

Salah satu tim yang didukung oleh FDR, yaitu Garuda UNY team dari Universitas Negeri Yogyakarta membuktikan perbedaannya antara menggunakan ban biasa  dan ban prototipe FDR. “Sebelum menggunakan ban FDR mobil hanya mampu menggelinding sejauh 180 meter. Dengan menggunakan ban FDR pada prosedur yang sama dapat menghasilkan jarak tempuh (gelinding) yang tidak kurang dari 350 km/meter. Selain itu bobot total kendaraan menjadi berkurang secara signifikan,” ujar Ilham Nofi Yoga, manajer tim Garuda UNY team.

Sedang menurut Billy Firmansyah, manajer non teknis tim Sapu Angin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), ban prototipe FDR membuat settingan vehicle dynamic jauh lebih baik, sehingga konsumsi bahan bakar bisa jauh lebih baik.

Ban prototipe FDR juga telah mengantarkan tim-tim jadi juara di SEM tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2018 ini merupakan tahun kedua partisipasi Garuda UNY Team dalam SEM. Pada tahun pertama mengikuti SEM, mereka langsung menyabet podium juara. “Tahun 2017 dengan kendaraan UG-17 dan pakai ban FDR, kami berhasil meraih prestasi sebagai juara 3 Urban Concept ICE dan Runner Up Safety Award,” kata Ilham.

Sedangkan menurut Billy, ban prototipe FDR tidak hanya digunakan di ajang kompetisi tingkat Asia saja, tapi sudah digunakan di tingkat dunia. “Bukan hanya di tingkat Asia saja,  ban prototipe FDR ini telah kami bawa hingga kompetisi tingkat dunia di Driver’s World Championship di London,” kata Billy.

Shell Eco Marathon 2018 yang diselenggarakan di Changi Exhibition Center, Singapura, pada tanggal 8-11 Maret 2018. “Kami berharap tim-tim Indonesia bisa mengharumkan nama bangsa dengan jadi juara di SEM 2018,” kata Dikkie. Rilis FDR

Tentang PT Suryaraya Rubberindo Industries

PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) adalah salah satu perusahaan di dalam grup Astra yang merupakan anak perusahaan PT Astra Honda Motor (AHM). PT SRI berdiri sejak 1991 dan bergerak dalam bidang industri ban dan tube khusus sepeda motor. PT SRI memproduksi 2 merek ban dan tube, yaitu merek FDR  untuk semua merek sepeda motor dan Federal yang merupakan ban OEM dan after market sepeda motor Honda.

Dengan menggabungkan teknologi dari Jepang dan Jerman, PT SRI menghasilkan ban yang unggul dan sudah terbukti menjadi pilihan para pengendara motor dan pembalap di Indonesia dan Asia.

PT SRI menghadirkan beragam pilihan terlengkap untuk beragam kebutuhan. Mulai dari ban untuk motor keseharian beraktivitas, hingga motor balap yang memacu adrenalin. Ban FDR bahkan telah menjadi ban resmi di sejumlah kejuaraan balap motor di tingkat nasional dan Asia.

BAGIKAN